PATUK-KAMIS PON | Suharsono, putra sulung D. Djojo Sudarmo, mantan Carik dan Lurah Putat, Kapanewon Patuk Gunungkidul 1946-1956, membayar lunas pernyataan Chairil Anwar.
Penyair yang oleh kritikus sastra HB Jasin dimasukkan ke dalam Sastrawan Angkatan 45 ini memegang prinsip tegas.
“Sekali berarti, sudah itu mati,” kata Chairil Anwar dalam salah satu puisinya.
Sikap penyair Chairil Anwar dibuktikan Prajurit Suharsono. Menurut penuturan almarhum Saminah Ganda Wati ibunda Suharno, sang prajurit seringkali menyatakan, “Mengapa jual satu badan kok tidak laku-laku.”
Ternyata yang dimaksud adalah keinginan gugur di medan perang.
Pada momentum perang Ambarawa 20 Oktober hingga 15 Desember 1945, Suharsono gugur saat menghadang tentara sekutu, di Srondol, Kabupaten Semarang Jawa Tengah.
Saat ini prajurit Suharsono terbaring di kuburan kecil antara Patuk Sambipitu, tepatnya di Punthuk, Putat Wetan, Kalurahan Putat.
“Dia damai di sana, meski tidak ada anggota TNI yang menziarahinya,” ujar salah satu kerabat yang rajin merawat kuburannya, 18-11-2021. (Bambang Kluthik)
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…