PRESIDEN JOKO WIDODO MENIRU JEJAK PRESIDEN SOEHARTO

1386

WONOSARI, SELASA KLIWON – Konglomerat Inonesia generasi kedua diundang ke Istana, Senin, 27/8/2018. Konglomerat generasi pertama, diundang ke Tapos, Minggu pagi, 24 September 1995, pada saat Presiden Soeharto berkuasa. Dua pemimpin, seperti memiliki kemiripan strategi.

Dalam pertemuan tertutup selama tiga jam dengan Jokowi, tidak ada topik baru yang dibicarakan, kecuali persoalan ekonomi.

Pertanyaan mengganjal, mengapa tidak dari awal kekuasaan, Jokowi mengundang mereka. Sementara berkaca pada jejak Orde Baru, perekonomian Indonesia faktual dikendalikan oleh para konglomerat.

Terkait dengan pertumbuhan ekonomi, pada masa Soeharto tidak hanya mentok di angka 5% lebih sedikit.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, produk domestik bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun 2017 mencapai 5,07 persen. Angka ini, menurut BPS, merupakan angka pertumbuhan ekonomi tertinggi sejak tahun 2014 silam.

Soeharto, betapa pun dihujat habis-habisan, termasuk sukses mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 1980 semula diperkirakan 7%, ternyata mencapai 9.6%,” kata Soheharto dalam biografi Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya, halaman 351 alinea ketiga.

Jokowi mengundang konglomerat generasi kedua menjelang akhir masa jabatan pertama. Soeharto mengundang konglomerat generasi pertama, dua tahun menjelang Pemilu 1997.

Dalam hal ini ada kemiripan, benarkah kedua pemimpin ini memanfaatkan para konglomerat untuk melanggengkan kekuasaan? Yang tahu jawabannya hanya Jokowi dan Soeharto. Bambang Wahyu Widayadi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.