Prihatin Nasib Ngadiono Tinggal di Kandang, Polwan Cantik Ini Beri Bantuan Untuk Beli Tanah Pekarangan

646

NGLIPAR-KAMIS KLIWON | Setelah sebelumnya viral di media nasib pasangan suami istri, Ngadiono (52) dan Sumini (44), warga Padukuhan Kedungranti, Kalurahan Nglipar Kapanewon Nglipar Kabupaten Gunungkidul yang tinggal di kandang sapi kini bisa bernafas lega. Atas kedermawanan seorang Polwan cantik bersama Bripka Nur Ali Suwandi, keluarga Ngadiono mampu membeli sepetak tanah pekarangan untuk tempat tinggal yang layak.

Sebelumnya diketahui keluarga Ngadiono sangat memprihatinkan bertempat tinggal disamping kandang sapi. Dengan ukuran 2 x 2,5 meter, keluarga ini menjalani hari-harinya penuh kesederhanaan dan mengundang rasa prihatin berbagai kalangan.

Kehidupan Ngadiono terpuruk karena terjerat lintah darat (rentenir). Hingga akhirnya rumah yang dia miliki harus melayang untuk melunasi hutang. Setelah tidak ada rumah, Ngadiono dan keluarga terpaksa tinggal di kandang berdampingan dengan ternak yang ia pelihara.

Untuk keperluan memasak, istri Ngadiono membuat tungku seadanya di luar kandang. Sementara keperluan mandi dan mencuci, keluarga ini mengambil air dari Sungai Oya yang lokasinya tidak jauh dari kandang tersebut.

Nasib baik mulai berpihak kepada Ngadiono dan keluarga, setelah kehadiran Nur Ali Suwandi atau yang akrab disapa Bon Ali, salah satu anggota Provos Polda DIY beberapa waklu lalu, bantuan dan kepedulian berbagai kalangan terus mengalir meringankan beban Ngadiono yang hidup tanpa memiliki rumah.

Seperti halnya yang dilakukan Bripka Oktaviani, anggota Direskrimum Polda DIY dengan didampingi Bon Ali dan rombongan menyerahkan bantuan sejumlah uang untuk membeli sebidang tanah agar ke depan Ngadiyono segera memiliki tempat tinggal, Rabu, (14/09/2021) siang.

Oktaviani mengatakan, apa yang ia lakukan tersebut hanyalah aksi kemanusiaan semata. Ia merasa prihatin dengan nasib yang dialami oleh keluarga Ngadiyono. Sebab sebelum tinggal di kandang, pasangan ini sudah 4 tahun tinggal di hutan sekitar 1,5 kilometer dari tempat yang ditinggali mereka saat ini.

“Saat ini saya diajak untuk datang langsung dan menyerahkan, biasanya saya hanya titip Bon Ali atas rejeki yang dititipkan Allah kepada saya untuk saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Ini tidak seberapa tentunya terimakasih juga saya sampaikan kepada semua pihak yang telah peduli kepada Pak Ngadiono dan keluarganya,” ungkap Oktaviani.

Lebih lanjut anggota Polwan Polda DIY ini berharap, dengan bantuan tersebut Ngadiyono bisa segera membeli tanah dan membangun rumah sendiri, sehingga ke depan mereka memiliki tempat tinggal yang layak daripada tinggal di kandang uang rentan bahaya terutama saat musim hujan.

Sementara itu, Ngadiyono usai menerima kedatangan para dermawan dari Polda DIY mengaku sangat berterimakasih dengan bantuan yang ia terima. Rencananya uang tersebut akan digunakan untuk membeli sebidang tanah milik saudaranya seluas kurang lebih 100 meter persegi yang berlokasi di samping Balai Padukuhan tempat Ngadiono tinggal.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak baik instansi pemerintah maupun pihak donatur, para dermawan semua. Kepada Pak Ali dan Bu Otaviani terimakasih,” tutup Ngadiono. (Agus SW)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.