PRO KONTRA BUPATI SUNARYANTA KULIAH DI UGK

2481

WONOSARI-SENIN KLIWON | Bupati Sunaryanta makin disorot ketika memutuskan harus kuliah di Universitas Gunungkidul (UGK). Jauh sebelum menjadi bupati dia sungguh merasa bahwa tingkat keilmuan yang dikuasai belum seberapa.

Media infogunungkudul.com menulis opini bertajuk Mayor Di Tengah Pusaran Para Doktor 8-9-2020. Itu menunjukkan betapa sadar bahwa Sunaryanta bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.

Tanggal 26-2-2021 Sunaryanta dilantik Gubernur DIY menjadi Bupati Gunungkudul bersama wakilnya, Heri Susanto.

Foto Bupati Sunaryanta mengikuti pelajaran di ruang kuliah Universitas Gunungkidul (UGK) berseliweran di media sosial, lengkap dengan komentar minor, mayor, miring sampai yang meremehkan.

Tetapi tidak sedikit yang angkat topi terhadap keputusan yang diambil demi melengkapi wawasannya dalam mengelola Bumi Handayani hingga tahun 2024.

Menurut para ahli, menuntut ilmu itu harus dilakukan seumur hidup, dan tidak perlu di tempat pendidikan formal, semi formal atau informal.

Pasalnya, ilmu yang harus dipelajari oleh setiap manusia, termasuk Bupati Sunaryanta jumlahnya sangat tidak terhitung.

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat (ilmu) Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
(Luqman 31: Ayat 27 Via Al-Qur’an Indonesia).

Yang mencibir dan memperolok keputusan Bupati Sunaryanta, tingkat keilmuannya sangat boleh jadi berada di bawah Bupati Sunaryanta. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.