Dikaitkan dengan tanggal penerbitan SE, spanduk Gunungkidul Cerdas dinilai sebagai menjadi kepentingan pribadi Bahron Rasyid.
Foto yang dipasang bersama Bupati Badingah, sulit dibantah, bahwa itu kampanye terselubung. Tafsiran akan berbeda, manakala spanduk itu tanpa foto.
“Kalau dilarang dipasang foto Bupati dan Kepala Dinas Dindikpora, lalu harus ditempel foto siapa?,” tanya Sumarto.
Kedua tokoh tersebut, demikian Sumarto menjelaskan, merupakan ikon Gunungkidul Cerdas, yang desainya dibuat oleh Kantor Staf Kepresidenan.
Perlu diketahui publik, Gunungkidul Cerdas adalah wadah yang dikelola oleh Dindikpora untuk mengembangkan semua potensi Gunungkidul melalui jaringan internet.
“Awalnya, tahun 2017, kamiĀ hanya memiliki satu server. Tahun 2020 Dindikpora punya 16 server, untuk melayani PPDB, SID Desa, Website OPD dan yang lain,” tandas Sumarto.
Spanduk Gunungkidul Cerdas, menurut Sumarto tidak ada kaitannya dengan Pilkada 2020. Jauh sebelum momentum pilkada, 100 Kota Cerdas telah dicanangkan secara nasional.
Tahun 2020, spanduk Gunungkidul Cerdas, imbuh Sumarto, akan dipasang di 144 desa. (Bambang Wahyu Widayadi)






