Ratusan Spanduk Gunungkidul Cerdas Bukan Kampanye Terselubung

1383

WONOSARI – Kamis Pahing | Baliho Gunungkidul Cerdas bergambar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga yang dipasang  di seluruh PAUD, TK, SD dan SMP di Gunungkidul dinilai bermuatan kampanye pilkada 2020. Itu sebabnya, Kadindikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid beberapa saat lalu dipanggil, dimintai keterangan oleh Bawaslu. Melalui Ketua Team Pengelola Gunungkidul Cerdas, Bahron Rasyid meluruskan pandangan yang keliru.

Ketika infogunungkidul.com, Kamis 6 Februari 2020 meminta penjelasan, Bahron Rasyid menyatakan, spanduk itu tidak ada hubungannya dengan pilkada 2020.

 

 

Melalui Sumarto, Kepala Bidang SD, sekaligus Ketua Team Pengelola Gunungkidul Cerdas, Bahron bilang, biaya pembuatan spanduk dipikul oleh masing-masing sekolah, diambil dari dana BOS. Dinas, sama sekali tidak menyediakan anggaran.

Terkait pernyataan Bahron, sejumlah pihak menduga, sebelum sekolah membuat spanduk  pasti ada instruksi. Hal tersebut  diakui, bahwa payung hukum pengadaan spanduk adalah Surat Edaran Nomor 019.S/4339, tertanggal 2 Desember 2019.

Surat Edaran tersebut ditujukan kepada seluruh kepala sekolah, mulai dari Satuan PAUD, TK, SD, dan SMP baik negeri maupun swasta.

Spanduk yang dimaksud merupakan bagian dari upaya sosialisasi untuk 100 Kota Cerdas se Indonesia.

“Smart City (Kota Cerdas) itu bukan sebatas program, apalagi slogan, tetapi merupakan wadah untuk inovasi ekonomi, sosial, pendidikan, budaya, pariwisata, dan yang lain,” ujar Sumarto menjernihkan pemahaman, (06/02/20).

Memang, jika dilacak ke belakang, akhir bulan September 2019 Bahron Rasyid mengikuti uji kelayakan kandidat Bupati yang dilakukan Partai NasDem di Heha Sky View. Awal November tahun yang sama Bahron ikut penjaringan Wakil Bupati di Partai Demokrat.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.