Soal sodakoh dengan cara rebutan makanan, Agus Kamtono merujuk upacara di lingkaran kraton. Menurutnya, di Jogja ada Grebeg Sekaten, di Gunungkidul ada Gunungan Wulu Wetu.
“Berebut makanan pada gunungan yang berupa bahan makanan hasil pertanian itu tidak apa apa,” tegasnya.
Menyoroti berebut sekaligus lempar-lemparan makanan seperti terjadi di Sendang Beji, Desa Pengkol Agus Kamtono menilai, itu tidak sesuai dengan norma, juga etika.
“Makanan direbut untuk dinikmati, bukan dibuang,” katanya.
Sebagai pemegang otoritas kebudayaan, dia menghimbau, agar masyarakat tidak melakukan hal yang kontraproduktif.
“Yang tidak butuh, sebaiknya tidak usah ikut berebut,” pintanya. (Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…
BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…