Soal sodakoh dengan cara rebutan makanan, Agus Kamtono merujuk upacara di lingkaran kraton. Menurutnya, di Jogja ada Grebeg Sekaten, di Gunungkidul ada Gunungan Wulu Wetu.
“Berebut makanan pada gunungan yang berupa bahan makanan hasil pertanian itu tidak apa apa,” tegasnya.
Menyoroti berebut sekaligus lempar-lemparan makanan seperti terjadi di Sendang Beji, Desa Pengkol Agus Kamtono menilai, itu tidak sesuai dengan norma, juga etika.
“Makanan direbut untuk dinikmati, bukan dibuang,” katanya.
Sebagai pemegang otoritas kebudayaan, dia menghimbau, agar masyarakat tidak melakukan hal yang kontraproduktif.
“Yang tidak butuh, sebaiknya tidak usah ikut berebut,” pintanya. (Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Dua warga di Kabupaten Gunungkidul dilaporkan meninggal dunia akibat gantung diri…
GUNUNGKIDUL – JUMAT KLIWON, Warga Dusun Nglaos, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul digegerkan dengan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Satu unit kendaraan roda empat jenis sedan di Padukuhan Ngunut Tengah…
BANTUL - KAMIS PAHING, Sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan sekitar sembilan ton gaplek mengalami…
GUNUNGKIDUL - SABTU PAHING, Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 464/SK-DPN/TANIMERDEKA/VI/2026 tertanggal 22 Juni 2026, Wakil…
GUNUNGKIDUL – JUMAT WAGE, Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (POLDA) Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadirkan…