Rebutan Makanan Saat Kenduri Rasulan Versi Pejabat Kebudayaan

293

WONOSARI-Rabu Wage | CB Supriyanto, Ketua Dewan Kebudayaan dan Agus Kamtono Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul menanggapi kebiasaan berebut makanan pada proses Keduri Rasulan. Kedua pejabat tersebut memiliki tafsiran yang berbeda.

Dalam konteks Kenduri Rasulan, rebutan makanan yang dilakukan Warga Ngalang, Gedangsari, dan warga Pengkol, Nglipar, menurut CB Supriyanto terselip makna filosofi.

Video: Budaya Unik Warga Sekitar Sendang Beji

“Itu pelajaran Ngalap Berkah. Maksudnya diyakini kalau bisa ikut ambil makanan, kelak akan mendapatkan rezeki lebih,” paparnya, (3/7).

Dia  menambahkan,  Ngalap Berkah, yang direbut awalnya berupa benih tanaman. Karena adanya di satu titik dan sudah didoakan, kalau tidak berebut tidak kebagian.

Penjabaran fenomena rebutan makanan berbeda dengan  Agus Kamtono. Kepala Dinas Kebudayaan  ini menyatakan, titik pandang bukan terletak  pada rebutan makanan, tapi sisi sodakoh.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.