WONOSARI-Rabu Wage | CB Supriyanto, Ketua Dewan Kebudayaan dan Agus Kamtono Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul menanggapi kebiasaan berebut makanan pada proses Keduri Rasulan. Kedua pejabat tersebut memiliki tafsiran yang berbeda.
Dalam konteks Kenduri Rasulan, rebutan makanan yang dilakukan Warga Ngalang, Gedangsari, dan warga Pengkol, Nglipar, menurut CB Supriyanto terselip makna filosofi.
“Itu pelajaran Ngalap Berkah. Maksudnya diyakini kalau bisa ikut ambil makanan, kelak akan mendapatkan rezeki lebih,” paparnya, (3/7).
Dia menambahkan, Ngalap Berkah, yang direbut awalnya berupa benih tanaman. Karena adanya di satu titik dan sudah didoakan, kalau tidak berebut tidak kebagian.
Penjabaran fenomena rebutan makanan berbeda dengan Agus Kamtono. Kepala Dinas Kebudayaan ini menyatakan, titik pandang bukan terletak pada rebutan makanan, tapi sisi sodakoh.
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…