WONOSARI-Rabu Wage | CB Supriyanto, Ketua Dewan Kebudayaan dan Agus Kamtono Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul menanggapi kebiasaan berebut makanan pada proses Keduri Rasulan. Kedua pejabat tersebut memiliki tafsiran yang berbeda.
Dalam konteks Kenduri Rasulan, rebutan makanan yang dilakukan Warga Ngalang, Gedangsari, dan warga Pengkol, Nglipar, menurut CB Supriyanto terselip makna filosofi.
“Itu pelajaran Ngalap Berkah. Maksudnya diyakini kalau bisa ikut ambil makanan, kelak akan mendapatkan rezeki lebih,” paparnya, (3/7).
Dia menambahkan, Ngalap Berkah, yang direbut awalnya berupa benih tanaman. Karena adanya di satu titik dan sudah didoakan, kalau tidak berebut tidak kebagian.
Penjabaran fenomena rebutan makanan berbeda dengan Agus Kamtono. Kepala Dinas Kebudayaan ini menyatakan, titik pandang bukan terletak pada rebutan makanan, tapi sisi sodakoh.
Page: 1 2
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…
GUNUNGKIDUL - RABU KLIWON, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., mengapresiasi kinerja UPK Satu…
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Naniek S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya. Naniek mundur dari…
GUNUNGKIDUL - SENIN PON, Semangat warga Padukuhan Lemahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul dalam kegiatan…
SAPTOSARI – MINGGU PAHING, Dampak kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan oleh sebagian warga di…