WONOSARI-Rabu Wage | CB Supriyanto, Ketua Dewan Kebudayaan dan Agus Kamtono Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul menanggapi kebiasaan berebut makanan pada proses Keduri Rasulan. Kedua pejabat tersebut memiliki tafsiran yang berbeda.
Dalam konteks Kenduri Rasulan, rebutan makanan yang dilakukan Warga Ngalang, Gedangsari, dan warga Pengkol, Nglipar, menurut CB Supriyanto terselip makna filosofi.
“Itu pelajaran Ngalap Berkah. Maksudnya diyakini kalau bisa ikut ambil makanan, kelak akan mendapatkan rezeki lebih,” paparnya, (3/7).
Dia menambahkan, Ngalap Berkah, yang direbut awalnya berupa benih tanaman. Karena adanya di satu titik dan sudah didoakan, kalau tidak berebut tidak kebagian.
Penjabaran fenomena rebutan makanan berbeda dengan Agus Kamtono. Kepala Dinas Kebudayaan ini menyatakan, titik pandang bukan terletak pada rebutan makanan, tapi sisi sodakoh.
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…