SABDA TAMA TEMANTEN

2878

DEWA (25 tahun) calon pengantin laki-laki ditanya oleh Wali Hakim dalam sebuah upacara menjelang ijab qobul mengenai makna kata NIKAH.

Sebab seumur hidup baru sekali itu calon pengantin laki-kaki mau NIKAH, maka dia menjawab sekenanya.

“Nanti I’ik Kemungkinan Akan Hamil itu arti NIKAH menurut saya,” jawab calon pengantin laki-laki sembari menunjuk I’ik calon istrinya.

Gerrrrrrrr, seluruh hadirin tertawa demi mendengar jawaban Dewa, calon pengantin yang lugas lucu.

Itu sebuah ilustrasi untuk mengantar ke tajuk ular-ular untuk calon pengantin yang dikemas dalam bahasa Jawa gado-gado dari seorang ustad mu’alaf, karena dulu pemeluk agama katholik, sekarang muslim keren.

KH Supandi, ustad dari Semarang yang cukup terkenal dalam acara sabda tama midodareni menyatakan, bahwa NIKAH itu adalah usaha menyambung dua pribadi yang tercerai berai antara calon manten laki-laki dan calon manten perempuan.

Tujuan NIKAH, ujar KH Supandi adalah mencari ketenangan yang terpayungi ridha Allah SWT. Pernikahan yang landasanya wajah ayu atau ganteng, 10 atau paling lama 15 tahun, menurut KH Supandi pasti remuk dan bubar.

Manifestasi ke depan, NIKAH menurut KH Supandi untuk meraih ketentraman yang kemudian orientasi pokoknya agar sakinah mawadah warohmah.

Sakinah, menurut Prof. Dr. Quraish Shihab diambil dari kata SIKIN yang maknanya PISAU.

Logikanya piye, tanya KH Supandi. Dalam hal ini orang mesti melihat peristiwa Idul Qurban.

Sebelum kena PISAU, seluruh hewan polahnya tidak karu-karuan, tetapi setelah ditempel PISAU di leher mereka tenang, tentram dan anteng.

Calon maten baik laki maupun perempuan sebelum mereka bertemu dalam satu ikatan yang disebut NIKAH merupakan dua pribadi yang tercerai berai. Setelah melalui prosesi NIKAH, mereka menjadi tenang alias SAKINAH.

Atribut berikutnya MAWADAH, terang KH Supandi. MAWADAH artinya rasa cinta yang berujung pada kepengin memiliki.

Cintanya calon manten laki-laki dan perempuan tidak perlu diulas, pasti endingnya kepengin memiliki.

Yang terakhir Wa Rohmah, artinya memperoleh rohmah atau sih wilasa dalem Gusti Allah SWT.

Kesimpulannya: NIKAH itu adalah proses mengumpulkan dua pribadi yang tercerai berai untuk meraih ketentraman hati yang diridhai dan dikasihi oleh Allah SWT. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.