Salah Kumpulkan Data, Keliru Ambil Kebijakan

1425

Infogunungkidul, Rabu Wage –  Momentum pengagungan HUT RI ke 72 dikolaborasikan dengan budaya rasul desa, ampuh untuk menggerakkan perubahan nasib warga skala RT. Masyarakat tataran RT merupakan kaki utama pemerintahan. Ihwal adminitrasi pembangunan, salah di tingkat RT, pemerintahan di atasnya pasti keliru dalam mengambil kebijakan.

Irfan Ratnadi, salah satu anggota tim penilai pengagungan serta rasul desa, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari menyatakan, kekuatan kelompok RT tidak bisa dianggap sepele. Pemerintahan Desa kuat, syarat utama kelompok RT mesti diajak berbenah.

Keakuratan data pada kelompok RT yang terdiri dari 20 hingga 100 KK, sangat menentukan kulitas kebijakan yang diambil oleh Dukuh dan Kades.

“Salah data di tingkat RT, salah pula langkah (kebijakan) Kepala Desa,” kata Irfan Ratnadi, usai melaksankan penilaian lomba pengagungan HUT RI 72, di Padukuan Kranon,  1/8/17.

Menurutnya, tertib pencatatan, yang acap disebut sebagai tertib administrasi, mutlak dimulai dari tingkat RT. Sebab itu, menurut Irfan, data warga miskin tidak mungkin salah, ketika yang mencatat warga setempat.

Irfan bercerita, dalam lomba tingkat RT yang dinilai meliputi: administrasi (4 item); kebersihan dan keindahan (4 item – 19 sub item); kemerihahan (5 item – 17 sub item); serta aspek partisiasi (2 item – 6 sub item).

Berbarengan dengan penilaian lomba, warga RT 01 Padukuan Kranon curhat kepada Kades Kepek, Bambang Setiawan. Pekerjaan rumah yang mendesak adalah perbaikan jalan aspal.

Agung Sedayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.