SD Tanpa CCTV, Laptop dan Komputer Digondol Maling

227

PLAYEN-SENIN PAHING | Kapolsek Kapanewon Playen Kompol Hajar Wahyudi menyampaikan, Sekolah Dasar Bleberan yang berlokasi di Padukuhan Tanjung dibobol maling. Kerugian ditaksir Rp 10 juta. Laptop dan komputer diembat tetapi proyektor dan printer utuh tak disentuh.

“Kecurian diketahui Minggu 12 September 2021 pukul 10.00 Wib, sementara pelaporan dilakukan pukul 12.30 Wib,” ujar Kompol Hajar Wahyudi, Senin 13-9-2021.

Dia menuturkan Barjo (51) Pegawai Negeri Sipil (PNS) warga Rt 07 Rw 03, Padukuhan Krenen, Kalurahan Ngunut, Playen, Gunungkidul melapor ke Polsek Playen terkait pencurian di sekolahnya.

“Pelaku tindak pencurian masih dalam Penyelidikan,” tegas Kompol Hajar.

Para saksi yang telah dimintai keterangan antara lain, kata Kapolsek Playen: 1. Djihan Adi Anggoro (21), 2. Dika Rizky Pratama, (23) dan 3. Maryanto, (39) semua warga Tanjung I Rt 09 / Rw 02 Bleberan.

Urutan peristiwanya 10.00 Wib saksi 1 mengasuh adiknya di sekitar lingkungan SD Bleberan.

Usai memarkirkan sepeda motor di depan ruang kepala sekolah, saksi I melihat ruang kepala sekolah dan Ruang gudang dalam keadaan terbuka.

Dia melihat ada bekas congkelan dan bagian kusen dan slot kunci bekas dibakar serta gembok rusak tergeletak di lantai.

Saksi 1 mencari penjaga sekolah namun tidak ketemu. Dia kembali ke sepeda motor dan keluar memberitahu saksi 2.

Mereka melihat ke ruang kepala sekolah dan ruang gudang untuk memastikan bahwa ruangan tersebut memang rusak karena dicongkel

Mereka mendatangi dan memberi tahu saksi 3 yang rumahnya berada di belakang sekolah.

Saksi 3 menelpon Barjo selaku kepala sekolah atas kejadian tersebut.

Barjo bersama saksi-saki kemudian memeriksa tempat kejadian perkara. Hasil temuannya 1 laptop merk asus, 1 unit Komputer merk Lenovo dan dus book komputer tidak ada di tempat semula.

Dalam laporannya Barjo menyatakan kerugian diperkirakan Rp. 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).

“Proyektor dan printer yang berada di satu ruangan masih berada ditempat semula (tidak diambil),” pungkas Kompol Hajar Wahyudi. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.