Sejumlah Dugaan Masalah Kalurahan Kedungkeris Mulai Dikritisi

2965

NGLIPAR – SENIN PAHING |Sejumlah dugaan masalah yang ada di Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul mulai dikritisi warga. Salah satunya tata kelola Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal).

Meskipun Bumkal Wijaya Kusuma telah mendapat kucuran dana penyertaan modal, namun keberadaan unit usaha yang dijalankan bersifat musiman.

Belum lagi permasalahan lain, Bumkal Kalurahan Kedungkeris juga ditengarai melakukan kesalahan pembangunan fisik, yakni membangun bangunan permanen di lahan perhutani yang awalnya direncanakan untuk pengembangan unit usaha wisata.

Namun, beberapa pihak menyayangkan perencanaan pengembangan unit usaha wisata tersebut tanpa didahului ijin resmi penggunaan lahan, sehingga pembangunan fisik tersebut mangkrak tanpa ada kejelasan.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Kalurahan Kedungkeris, Rusdi Martono, S.Pd., mengatakan bahwa, persoalan pembangunan unit usaha wisata Bumkal Wijaya Kusuma di lokasi perhutani terjadi atas inisiatif pengurus bumkal.

“Untuk dananya bukan dari kalurahan tetapi itu dari hibah salah satu Universitas Kristen di Yogyakarta. Tetapi saya lupa apa nama kampusnya, jumlahnya juga sekitar enam atau delapan jutaan saya lupa,” ungkap Rusdi beberapa hari yang lalu.

Bangunan yang ada, lebih jauh dijelaskan Rusdi, masih berupa pondasi dan terkesan mangkrak karena berdasar aturan yang ada dari pihak perhutani, untuk saat ini tidak mengijinkan adanya bangunan permanen.

“Kita sudah mengurus perijinannya, tetapi dari pihak perhutani masih menunggu aturan baku di atasnya, sehingga ijin resmi belum terbit. Kita masih menunggu,” ujar Rusdi, tanpa menyebut batas waktu kapan ijin yang dimaksud akan terbit.

Diketahui, sebelumnya juga beredar video yang merekan kondisi mangkraknya pembanguanan calon wisata milik Bumkal Wijaya Kusuma. Video yang berdurasi kurang dari dua menit tersebut sontak memicu pertanyaan publik terkait tata kelola Bumkal.

Sementara itu, untuk unit usaha Bumkal yang lain seperti bidang peternakan, berupa ternak kambing, dan ayam, Rusdi berujar, telah berjalan.

Namun demikian, Rusdi mengakui bahwa usaha peternakan yang dijalankan Bumkal Wijaya Kusuma masih bersifat musiman.

“Penyertaan modal untuk bumkal kita sudah pernah lakukan tetapi nominal berapa saya lupa bila tidak buka data,” kilah Rusdi, dengan nada banyak lupa.

Terpisah, salah satu pengelola peternakan ayam Marsudi, mengatakan bahwa saat ini modal usaha ternak ayam tersebut telah habis untuk biaya operasional kendang, termasuk gaji pegawai kandang.

“Tetapi saya lupa realnya. Yang menyimpan dan memiliki data Pak Sigit sebagai Direktur Bumkal Wijaya Kusuma. Saya tidak berani menyebutkan takut salah,” ucapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Hal serupa juga disampaikan Sarju, selaku pengelola ternak kambing. Ia juga mengaku tidak memiliki data ataupun catatan besaran modal awal yang dikucurkan atau jumlah kambing yang dikelolanya.

Namun demikian, saat dirinya ditemui di lokasi, kandang kambing tersebut tampak kosong, dan hanya tersisa satu ekor kambing di kandang bumkal.

Penulis: Agus SW
Editor: HRD

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaDcLx896H4QJGQ1ZS0v



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.