Sejumlah Pengusaha Hotel & Restoran Keluhkan Penangguhan Pajak

115

WONOSARI – RABU PON | Bisnis Hunian Hotel dan Restoran di Kabupaten Gunungkidul, kini mulai menggeliat. Meski demikian, para pengusaha merasa terbebani dengan tidak adanya perpanjangan pembebasan pajak Hotel dan Restoran bagi mereka.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul Sunyoto mengatakan, meski belum signifikan, namun sudah ada beberapa tamu yang menginap di Hotel wilayah Kabupaten Gunungkidul. Sehingga para pelaku industri mulai optimis untuk bisa kembali normal seperti sebelum masa Covid-19.

“Sebagian hotel sudah mulai ada yang menginap, terutama hotel yang ada di wilayah Pantai Selatan Gunungkidul,”  katanya, pada Selasa (08/09/2020).

Lebih lanjut, Sunyoto mengatakan, bahwa wisatawan atau tamu yang menginap di hotel kawasan pantai tersebut bukan wisatawan asal luar daerah atau luar negeri, namun warga lokal yang memang berlibur karena ingin menghirup udara segar.

“Jumlah tamu restoran juga belum menunjukkan peningkatan yang signifikan, sebagian baru tamu rombongan wisatawan yang menggunakan bus saja dengan jumlah sedikit,” ucapnya.

Selain itu, ia mengaku banyak wisatawan yang menggunakan mobil pribadi namun membawa bekal makanan sendiri dari rumah. Menurutnya pengunjung masih khawatir dan takut terpapar Covid-19 jika makan di restoran.

Di sisi lain, mereka mengeluhkan kebijakan pemerintah kabupaten yang tidak memperpanjang pembebasan pajak. Kini para pengusaha hotel dan restoran sudah diwajibkan kembali membayar pajak dengan besaran yang sama sebelum Pandemi Covid19.

“Kami akan tetap mematuhinya, meski harusnya begitu,” pungkasnya. (Hery)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.