Diminta tanggapannya, pengamat sosial Joko Priyatmo (Jepe) menilai, istilah menolak bantuan kemiskinan itu terlalu sensasional.
Menurutnya, penjelasan camat cukup gamblang, bahwa 30 orang minta berhenti dari paket PKH.
“Saya melihat, mereka tidak ada yang menolak, toh bantuan itu telah mereka terima dan nikmati. Esensi penolakannya di mana,” ulas Jepe.
Konsekuensi logis menolak, menurutnya adalah mengembalikan bantuan yang pernah mereka terima, atau menolak seluruh paket bantuan untuk seluruh kawasan Gedangsari dengan alasan yang logis.
Menurutnya deklarasi serupa itu sangat berlebihan, tidak sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya. (Bambang Putih)
Page: 1 2
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…
GUNUNGKIDUL – SELASA PON, Seorang laki-laki berinisial S (64), warga Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, ditemukan…
PALIYAN - MINGGU PAHING, Pengemudi Toyota Inova diduga mengantuk mengakibatkan kecelakaan beruntun di Jalan Paliyan-Saptosari,…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIT Studi Hukum Perdata (USHP) Fakultas Hukum Universitas Janabadra resmi meluncurkan…
GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Menyongsong libur nasional dan perayaan Paskah 2026, Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul…