Diminta tanggapannya, pengamat sosial Joko Priyatmo (Jepe) menilai, istilah menolak bantuan kemiskinan itu terlalu sensasional.
Menurutnya, penjelasan camat cukup gamblang, bahwa 30 orang minta berhenti dari paket PKH.
“Saya melihat, mereka tidak ada yang menolak, toh bantuan itu telah mereka terima dan nikmati. Esensi penolakannya di mana,” ulas Jepe.
Konsekuensi logis menolak, menurutnya adalah mengembalikan bantuan yang pernah mereka terima, atau menolak seluruh paket bantuan untuk seluruh kawasan Gedangsari dengan alasan yang logis.
Menurutnya deklarasi serupa itu sangat berlebihan, tidak sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya. (Bambang Putih)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…
YOGYAKARTA - SABTU KLIWON, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serah terima jabatan Direktur Reserse Kriminal…
YOGYAKARTA - JUM'AT WAGE, PUCUK pimpinan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi berganti, setelah Kapolri…
BANTUL - KAMIS WAGE, POLISI mengungkap kasus dugaan penggelapan sejumlah barang milik sebuah toko grosir…
PENDIRI Ikatan Wartawan Online (IWO) akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana pada tahun 2026. Dalam…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI, Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Gunungkidul telah terlaksana, Sabtu (26/09/26).…