Diminta tanggapannya, pengamat sosial Joko Priyatmo (Jepe) menilai, istilah menolak bantuan kemiskinan itu terlalu sensasional.
Menurutnya, penjelasan camat cukup gamblang, bahwa 30 orang minta berhenti dari paket PKH.
“Saya melihat, mereka tidak ada yang menolak, toh bantuan itu telah mereka terima dan nikmati. Esensi penolakannya di mana,” ulas Jepe.
Konsekuensi logis menolak, menurutnya adalah mengembalikan bantuan yang pernah mereka terima, atau menolak seluruh paket bantuan untuk seluruh kawasan Gedangsari dengan alasan yang logis.
Menurutnya deklarasi serupa itu sangat berlebihan, tidak sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya. (Bambang Putih)
Page: 1 2
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…