Diminta tanggapannya, pengamat sosial Joko Priyatmo (Jepe) menilai, istilah menolak bantuan kemiskinan itu terlalu sensasional.
Menurutnya, penjelasan camat cukup gamblang, bahwa 30 orang minta berhenti dari paket PKH.
“Saya melihat, mereka tidak ada yang menolak, toh bantuan itu telah mereka terima dan nikmati. Esensi penolakannya di mana,” ulas Jepe.
Konsekuensi logis menolak, menurutnya adalah mengembalikan bantuan yang pernah mereka terima, atau menolak seluruh paket bantuan untuk seluruh kawasan Gedangsari dengan alasan yang logis.
Menurutnya deklarasi serupa itu sangat berlebihan, tidak sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya. (Bambang Putih)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Satu unit kendaraan roda empat jenis sedan di Padukuhan Ngunut Tengah…
BANTUL - KAMIS PAHING, Sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan sekitar sembilan ton gaplek mengalami…
GUNUNGKIDUL - SABTU PAHING, Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 464/SK-DPN/TANIMERDEKA/VI/2026 tertanggal 22 Juni 2026, Wakil…
GUNUNGKIDUL – JUMAT WAGE, Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (POLDA) Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadirkan…
GUNUNGKIDUL - RABU PAHING, AS (81) seorang lansia warga Padukuhan Manggung, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…