Sepi Peminat Akibat Pandemi, Pengrajin Ogoh-Ogoh Lebaran Terancam Gulung Tikar

188

PLAYEN-SENIN PAHING | Dampak penyebaran virus corona atau Covid-19 telah dirasakan oleh para pengrajin ogoh-ogoh di Gunungkidul. Sejak pandemi, hingga kini tidak ada satupun ogoh-ogoh yang dipesan.

Jumiyo seorang pengrajin ogoh-ogoh, warga Desa Gading, Kecamatan Playen mengungkapkan, bahwa dirinya hanya bisa pasrah menghadapi dampak ekonomi dari penyebaran virus corona, padahal biasanya jika menjelang lebaran kerajinan ogoh-ogoh ramai dipesan oleh para peserta pawai maupun takbir keliling.

Bagaimana tidak, ungakap Jumiyo, bahwa 60 ogoh-ogoh miliknya yang biasanya ramai dipesan menjelang lebaran kali ini tidak ada satu pun yang dipesan, padahal sebelum adanya pandemi ini setiap kali menjelang lebaran seluruh ogoh-ogohnya laris dipesan.

INFO HARI INI-KETABAHAN IBU SEBUAH PELAJARAN

“Kondisi ini sudah terjadi sejak 2 bulan terakhir, padahal menjelang lebaran tahun ini saya sudah memproduksi 60 unit ogoh-ogoh yang sudah saya siapkan sejak beberapa bulan lalu,” katanya, Minggu (10/06/2020) siang.

Ia mengaku, dalam satu pembuatan ogoh-ogoh dirinya menghabiskan dana sebesar Rp 1,5 juta hingga Rp 4 juta, tergantung dari ukuran serta kerumitan dalam pembuatan.

“Satu ogoh-ogoh ini disewa dengan biaya sebesar Rp.300 ribu hingga Rp 2 juta setiap perharinya,” kungkapya.

Ia menambahkan, untuk menekan dampak ekonomi virus corona, Jumiyo mengaku kini beralih profesi menjadi pedagang ikan di pasar setiap pagi hari.

Ia pun berharap kepada pemerintah bisa segera mengantisipasi dampak ekonomi yang diakibatkan oleh virus corona agar para pengrajin khususnya ogoh-ogoh yang sudah terlanjur mengeluarkan modal besar tidak terancam gulung tikar.

“Sudah terlanjur yaa mau bagaimana, dan pastinya saya juga merugi,” tandasnya. (Hery)

INFO HARI INI-KISAH WARGA RELAKAN RUMAHNYA UNTUK TEMPAT ISOLASI




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.