Menyimak Pergerakan Mangsa di Gunungkidul Tahun 2022

2690

GUNUNGKIDUL-MINGGU KLIWON | Berdasarkan aplikasi Kalender Pranata Mangsa rentang waktu 21 sMei thingga 21 Juni disebut sebagai Mangsa Sadha. Umur 41 hari. Alam memasuki Musim Kemarau.

Sementara fakta tahun 2022 hingga 29 Mei, di DIY masih terjadi hujan, bahkan petir dan kilat saling bersahutan.

Dikumpulan dari berbagai sumber, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas, menyebut hal tersebut dengan istilah Kemarau Basah.

Secara fisik terlihat, bahwa matahari mulai bergeser. Posisi matahari saat ini berada di utara garis katulistiwa.

Angin bergerak dari arah timur laut, sedang hama yang berkembang adalah ulat, kupu, kepik serta sejumlah penyakit. Tegal dan awah petani pada umumnya bero (tidak digarap).

Berikutnya pada rentang 22 Juni hingga 2 Agustus bumi memasuki Mangsa Kasa, dalam posisi kering, benar-benar kemarau usia 41 hari s. Kepinding tanah, kepik hijau dan belalang berkembang biak.

Periode 3 Agustus hingga 25 Agustus disebut Mangsa Karo, usia 23 hari angin bertiup dari Utara, petani mulai menyiapkan benih padi gaga.

Rentang 26 Agustus hingga 18 September usia 24 hari adalah Mangsa Ketiga. Petaninya Gunungkidul mulai ngawu-awu, atau tebar benih padi gaga menyongsong hujan.

Jika normal, segera disusul hujan turun pada Mangsa Kapat rentang waktu 19 September hingga 13 Oktober, usia 25 hari Angin bertiup dari arah barat laut. Petani menanam padi umur pendek.

Untuk 14 Oktober hingga 8 November alam masuk ke Mangsa Kelima usia 27 hari. Hama yang berkembang adalah sonthe, punthul serta tikus. Banyak penyakit.

Rentang waktu 9 November 21 gDesember masuk ke Mangsa Kanem hujan deras. Berkembang ulat besi, ulat jati dan burung. Usia mangsa 43 hari.

Mangsa Kepitu mulai pada 22 Desember hingga 3 Februari, hujan makin deras disertai angin kencang. Walang Sangit dan penggerek batang merajalela. Usia 43 hari

Tanggal 4 Februari hingga 1 Maret masuk Mangsa Kewolu, hama yang berkembang jenis uret. Usia 26 hari. Terjadi banyak banjir.

Tanggal 2 Maret hingga 27 Maret adalah Mangsa Kesanga, jarang hujan, gareng pung mulai berbunyi. Usia 25 hari.

Disusul 28 Maret hingga 18 April, jatuh Mangsa Kesepuluh, kondisi alam Mareng, angin bertiup dari arah timur laut. Usia 24 hari.

Mangsa Dhesta mulai tanggal 19 April hingga 11 Mei. Hama belalang, kutu dan wereng bermunculan. Petani giat menanam kacang-kacangan. Berikutnya siklus kembali ke Mangsa Dhesta.

Paparan di atas berlaku manakala mangsa berputar normal. Adakalanya terjadi siklus abnormal, karena arah pergerakan angin berubah.

(Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.