“Anggarannya tidak sedikit yaitu mencapai 2,1 miliar. Bila hal ini mengharap dari APBD Kabupaten, tentu akan sangat berat. Kami ingin terjadi kesepakatan dengan baik sehingga proses pekerjaan dapat dikerjakan segera, karena pelaksana terpancang waktu,” ungkap Tono.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam pelaksanaan pekerjaan pihak dinas maupun pelaksana tidak bisa memenuhi permintaan masyarakat, apabila harus menerapkan sistem buka tutup aliran irigasi, karena menyangkut kwalitas hasil pekerjaan cor dengan besi bertulang.
“Bila malam dialirkan pagi dimatikan pekerjaan akan menjadi tidak maksimal. Namun demikian mari kita cari solusinya seperti apa,” jelasnya.
Setelah melalui proses negosiasi alot dan panjang, akhirnya disepakati mulai 7 Juli 2019 sampai dengan selesai proses pekerjaan, aliran irigasi mati total. Sementara pihak warga meminta agar suplay material proyek tidak merusak jalan aspal yang ada. Ag
Page: 1 2
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…