“Anggarannya tidak sedikit yaitu mencapai 2,1 miliar. Bila hal ini mengharap dari APBD Kabupaten, tentu akan sangat berat. Kami ingin terjadi kesepakatan dengan baik sehingga proses pekerjaan dapat dikerjakan segera, karena pelaksana terpancang waktu,” ungkap Tono.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam pelaksanaan pekerjaan pihak dinas maupun pelaksana tidak bisa memenuhi permintaan masyarakat, apabila harus menerapkan sistem buka tutup aliran irigasi, karena menyangkut kwalitas hasil pekerjaan cor dengan besi bertulang.
“Bila malam dialirkan pagi dimatikan pekerjaan akan menjadi tidak maksimal. Namun demikian mari kita cari solusinya seperti apa,” jelasnya.
Setelah melalui proses negosiasi alot dan panjang, akhirnya disepakati mulai 7 Juli 2019 sampai dengan selesai proses pekerjaan, aliran irigasi mati total. Sementara pihak warga meminta agar suplay material proyek tidak merusak jalan aspal yang ada. Ag
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…
WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…
GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…
YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…