OPINI

SETELAH TAHUN 2045 BUMI GUNUNGKIDUL BUKAN LAGI MILIK KITA

GUNUNGKIDUL – Senin Kliwon | Orang luar berlomba-lomba membeli tanah di Kabupaten Gunungkidul.  Perut Bumi Handayani menyimpan aneka tambang, namun selama ini justru tidak pernah dipercayai oleh para tokoh yang mengklaim dirinya kaum intelektual.

Budi Oetomo Prasetyo (BOP), mantan Ketua DPRD Gunungkidul membuka mata banyak orang. Secara mengagetkan BOP bilang,  tanah pantai selatan (pansela) sepanjang 71 km, 1.400 hektar, telah dikuasai oleh “orang luar”.

 

TAMAN BUAH MELON ORANGE DI TAMAN PATUNG SAPI

 

Terpisah, pernyataan BOP, disangkal tetapi sekaligus dilengkapi oleh H. Subardi Ketua DPW NasDem DIY. Mbah Bardi, yang juga anggota DPR RI ini menyatakan,  bahwa kabar penguasaan tanah oleh investor yang ratusan hektar itu tidak lebih dari isapan jempol belaka.

Siapa di antara dua tokoh itu yang pernyataanya benar dan valid? Apakah dua statemen itu saling menegasi atau malah melengkapi? Publik menunggu mereka bertemu adu argumen,  adu data, dan memberi pencerahan kepada masyarakat Gunungkidul.

“Hanya 1.400 hektar tanah pesisir Gunungkidul, saat ini  bukan lagi milik orang Gunungkidul,” ujar BOP.

Menurutnya, setelah tanah pansela habis diborong, maka sekarang merambah ke Daerah Aliran Sungai Oya. Para pemilik modal mulai mengincar DAS Oya sejak ujung Watu Kelir hingga tempuran  Opak-Oya.

Kata kuncinya, menurut BOP, para pemodal akan menaruh seorang Bupati yang berperan strategis untuk menguasai Bumi Gunungkidul sebagai pengendali.

 

UNIK GEDUNG TERBALIK DIALIHFUNGSIKAN

Page: 1 2 3

infogunungkidul

View Comments

  • Saya percaya itu akan terjadi secara total di bumi GK ini. Karena pada dasarnya orang GK itu banyak yg lapar. Kenapa bisa seperti itu ? Iya... Karena di GK sendiri nggak ada lapangan kerja yang standar. Jikalau pemerintah bisa baca situasi saat ini maka kekawatiran itu bisa di perlambat. Seperti kita tau bahwa daerah ini penuh batu kapur. Sayangnya bahan meterial itu oleh para penduduk di jual mentah. ya mereka nggak tau harus di apakan batu kapur ini selain di jual mentah. Coba kalo kita bisa bikin bahan jadi atau setengah jadi. Hasilnya pasti akan beda. Bayangkan, ketika sebuah truk membawa satu rit bahan itu. Ada berapa ton beratnya. Bandingkan kalo kita bisa mengolahnya jadi bahan jadi. Satu truk ada berapa ratus kaleng cat kalo di kemas.

Recent Posts

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

3 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

23 jam ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

3 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

4 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

6 hari ago