OPINI

SETELAH TAHUN 2045 BUMI GUNUNGKIDUL BUKAN LAGI MILIK KITA

Inilah yang disebut investasi yang bersembunyi di balik jubah pariwisata. Seorang prajurit TNI AL berpangkat Kapten berbicara blak-blakan kepada penulis, bawa Teras Kaca di Pantai Gesing itu bukan sekedar usaha pariwisata. Di balik itu semua ada skenario besar berbasis usaha pertambangan.

Negara, demikian saya menyimpulkan,  sementara, gagal melindungi segenap bangsa Indonesia dan tanah tumpah darah Indonesia, seperti diamanatkan preambul UUD 1945 alinea 4.

 

DI LADANG TANDUS, TEMUKAN MATA AIR LUAR BIASA

 

Sanggahan mBah Bardi, politisi NasDem bahwa tidak ada orang luar yang membeli secara besar-besaran tanah di sepanjang pansela, rupanya malah makin meneguhkan angka 1.400 hektar yang diklaim BOP.

Dia menyatakan, bawa para pemilik tanah di Gunungkidul itu bukan investor. Mereka, kata H. Subardi adalah para broker. Dia mengaku tahu persis, karena para broker itu adalah rombongannya.

Menjadi sangat masuk akal, bahwa modus penguasaan tanah di Kabupaten Gunungkidul  melalui para broker.

Alasan logisnya, sangat tidak mungkin warga negara asing  bertransaksi secara langsung. Broker yang disebut H. Subardi itu menunjukkan betapa mengguritanya  jaringan mafia tanah yang selama ini lepas dari pengawasan  intelejen negara.

Berbicara masalah potensi tambang, sejak tahun1960 Kecamatan Nglipar dikabarkan ada potensi tambang mangaan.

 

CENDERA MATA UNTUK SANG JENDRAL

Page: 1 2 3

infogunungkidul

View Comments

  • Saya percaya itu akan terjadi secara total di bumi GK ini. Karena pada dasarnya orang GK itu banyak yg lapar. Kenapa bisa seperti itu ? Iya... Karena di GK sendiri nggak ada lapangan kerja yang standar. Jikalau pemerintah bisa baca situasi saat ini maka kekawatiran itu bisa di perlambat. Seperti kita tau bahwa daerah ini penuh batu kapur. Sayangnya bahan meterial itu oleh para penduduk di jual mentah. ya mereka nggak tau harus di apakan batu kapur ini selain di jual mentah. Coba kalo kita bisa bikin bahan jadi atau setengah jadi. Hasilnya pasti akan beda. Bayangkan, ketika sebuah truk membawa satu rit bahan itu. Ada berapa ton beratnya. Bandingkan kalo kita bisa mengolahnya jadi bahan jadi. Satu truk ada berapa ratus kaleng cat kalo di kemas.

Recent Posts

Terbanyak Sepanjang Sejarah, UGM Wisuda 3.865 Mahasiswa

YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…

3 minggu ago

Belasan Ribu Mahasiswa Baru UNY Ikuti PKKMB

YOGYAKARTA - SELASA PAHING,  SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…

4 minggu ago

Ribuan Mahasiswa Baru UPN Veteran Yogyakarta Ikuti Pembukaan PKKBN

YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…

4 minggu ago

Siapkan SDM Berdaya Saing Global, Tim Admisi UNY Sosialisasikan Program IUP

YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…

4 minggu ago

Prof Sony Warsono Resmi jadi Guru Besar UGM

YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…

1 bulan ago

Rektor UGM Buka Rangkaian PIONIR, Sambut 11.099 Mahasiswa Baru

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…

1 bulan ago