WONOSARI-KAMIS PAHING | Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Gunungkidul meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Penggelolaan Pajak Daerah (Sipapah). Kehadiran Sipapah diharapkan memberikan kemudahan pembayaran pajak daerah sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sipapah dilaunching oleh Bupati Gunungkidul H.Sunaryanta di Gedung Auditorium Taman Budaya Gunungkidul (TBG) bersamaan kegiatan pemberian apresiasi penghargaan bagi lunas wajib pajak dan pengundian hadiah 3 unit sepeda motor, Rabu (27/10/2021).
Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatangan kerjasama (MoU) antara BPD DIY dan 10 Bumdes sebagai mitra pelayanan bank.
Bupati Gunungkidul dalam sambutan singkatnya sebelum melaunching aplikasi Sipapah menyampaikan, GTB menjadi gedung kebanggaan masyarakat Gunungkidul.
Sunaryanta berpesan, hendaknya terus dilakukan upaya kelengkapan infrastruktur GTB agar lebih presentatif dan mampu mendukung pendapatan daerah.
Dalam berjalanya pembangunan di Gunungkidul, BPD dan BKAD sudah bekerja baik dan terus melalukan Inovasi. Selain itu, upaya meningkatkan PAD di Kabupaten Gunungkidul sangat penting, karena kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah hanya berkisar sekitar 12%, sehingga ketergantuangan pada dana transfer dapat terus dikurangi.
“Saya minta semua SKPD pengampu pendapatan dapat bekerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, serta terus berinovasi untuk peningkatan pelayanan dan optimalisasi PAD” kata Bupati.
Sementara kepada pelaku usaha restoran/rumah makan/warung makan/cafeteria atau sejenisnya begitu juga bagi pelaku usaha hotel/losmen/penginapan atau yang sejenisnya agar mengenakan pajak sebesar 10%, Dana tersebut akan sangat bermafaat bagi pembangunan dan pelayanan dasar masyarakat di Kabupaten Gunungkidul.
“Kami mengucapkan selamat dan terimakasih serta memberi apresiasi yang tinggi kepada Wajib Pajak yang telah melaksanakan pemenuhan kewajiban perpajakan dengan baik dan menjadi pembayar pajak” ungkap Sunaryanta.
Sementara itu kepala BKAD Kabupaten Gunungkidul, Saptoyo, S.Sos.,M.Si menyampaikan, pelaksanaan launching aplikasi ini bagian dari bentuk pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien.
“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Direktur Utama PT. Bank BPD DIY yang telah bekerjasama sangat baik selama ini. Secara khusus kami ucapkan terimakasih atas pemberian Mobil Layanan Pajak Daerah melalui CSR PT. Bank BPD DIY.” terang Saptoyo.
Lebih lanjut Saptoyo menerangkan, keberadaan armada akan bermanfaat dalam pelayanan pembayaran dan perbaikan data Pajak Daerah secara mobile jemput bola dan petugas yang hadir di tengah masyarakat langsung.
Selain itu kerjasama yang dilakukan antara Bumdes dan BPD dalam upaya memberdayakan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) sekaligus sebagai upaya mendekatkan layanan pembayaran pajak dan retribusi daerah pada masyarakat.
“Saat ini baru 10 Bumdes, namun kita akan terus dorong semua BUMKal di Kabupaten Gunungkidul untuk dapat bekerja sama dengan BPD sebagai mitra,” tutup Saptoyo. (Agus SW)
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…