WONOSARI, MINGGU KLIWON-Pileg dan Pilpres makin dekat. Kampanye makin seru. Larangan memanfaatkan fasilitas publik mulai diabaikan, justru oleh orang yang paham terhadap aturan. Sebagian pelaku kampanye mulai risih, alias tidak nyaman melihatnya.
Suharno, SE, Calon Legislator Dapil 3 Gunungkidul di sela-sela kegiatan mempromosikan caleg Partai Nasdem, melakukan pencermatan terhadap lalulintas kampanye secara umum.
“Ini tahun politik harus hati hati dalam kampanye. Saya dengar ada mobil dinas yang ditahan Bawaslu sebagai bahan bukti karena digunakan untuk menghadiri kampanye salah satu Paslon Capres,” ujar Suharno, (20/01).
Hanya menghadiri saja, lanjut Suharno, mobil ditahan, itu karena memang aturan. Fasilitas pemerintah tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik.
“Maka saya sarankan kepada para kepala desa pemerintah daerah dan para caleg, jangan sampai menggunakan anggaran pemerintah (APBD) untuk kampanye. Ini bisa lebih fatal,” kata Suharno.
Dia menyebut contoh dana BKK (Bantuan Keuangan usus) yang langsung diterima Desa, ada indikasi dimanfaatkan sebagai media kampanye sebagian caleg partai tertentu.
“Kalau indikasi itu terbukti benar, ya mungkin tinggal nunggu giliran. Ingat ini tahun politik gak boleh melebihi kewenangan,” pungkasnya. (Bambang Wahyu Widayadi)
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…