WONOSARI, (Minggu Kliwon) – Seorang guru mengaji yang tinggal di pelosok dusun berbicara kepada murid-murid, bahwa Allah SWT memiliki kekuasaan untuk mengunci hati manusia.
“Ciri hati yang terkunci, pertama selalu menolak kebenaran, meski kebenaran tersebut datangnya dari Allah SWT,” kata Pak Guru mengaji (20/1/2019).
Kedua, demikian dia mengakatan, hati yang mati selalu melakukan kerusakan atau berlaku zhalim terhadap sesama makhluk hidup, bahkan terhadap dirinya sendiri.
“Korupsi, merupakan salah satu contoh perbuatan zhalim yang mengakibatkan kerusakan di muka bumi,” tandas dia.
Hati yang mati disinggung dalam surat Al-Baqarah ayat 7 yang artinya “Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang berat”.
Ibrahim bin Adam atau Abu Ishaq diriwayatkan sedang berjalan di pasar Bashrah.Orang-orang mengerumuni dan bertanya, “Wahai Abu Ishaq, sudah lama kami memanjatkan doa kepada Allah, tetapi mengapa doa-doa kami tidak di kabulkan? Padahal Allah telah berfirman dalam kitab-Nya, “Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan doa kalian.” (QS.Ghoofir : 60).
Abu Ishaq menjawab, “Hal itu dikarenakan hati kalian telah mati (terkunci) terhadap sepuluh perkara:
1. Kalian mengenal Allah tetapi kalian tidak menunaikan kewajibannya.
2. Kalian mengakui mencintai Rasulullah, tapi kalian meninggalkan sunnahnya.
3. Kalian membaca Al-Qur’an, tapi kalian tidak mengamalkan isinya.
4. Kalian sangat banyak diberi nikmat karunia, tapi kalian tidak mensyukurinya.
5. Kalian selalu mengatakan bahwa syetan itu musuh kalian, tetapi kalian mengikuti langkahnya.
6. Kalian mempercayai surga itu ada, tetapi kalian tidak berbuat amal untuk mengantarkannya ke sana.
7. Kalian mempercayai neraka itu ada, tetapi kalian tidak lari dari panas apinya.
8. Kalian mengakui bahwa kematian itu benar adanya, tetapi kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
9. Kalian sibuk mengurusi kekurangan orang lain, akan tetapi lupa pada kekurangan diri sendiri.
10. Kalian sering mengubur jenazah, akan tetapi tidak mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut.
“Rasakan, benarkah hati kalian, atau hati orang-orang di sekitar kalian telah dikunci oleh Allah SWT,” tanya Pak Guru mengaji kepada murid-muridnya.
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…
WONOSARI – RABU KLIWON, Seorang remaja di Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal oleh…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…
GUNUNGKIDUL — RABU PON, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten…
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…