WONOSARI-SELASA WAGE | Wakil Ketua DPRD Suharno Gunungkidul memaparkan kekurangan APBD 2022 yang diduga di luar paripurna dinilai telat mikir dijawab serius, bahwa Slamet, S.Pd. MM justru dangkal pikir.
Terjadi salah tafsir terkait pernyataan Suharno, SE tentang kekurangan APBD Gunungkidul 2022. Hal itu terjadi karena tidak ada penjelasan rinci soal forum tempat pernyataan tersebut dikemukakan.
Untuk itu Redaksi mohon maaf. Dalam kesempatan ini Wakil Ketua DPRD meluruskannya.
“Saudaraku Slamet kalau bilang Suharno telat mikir justru beliau itu cetek mikire. Dolane kurang adoh. Dewan itu punya hak pengawasan, maka di triwulan IV kita sampaikan di paripurna supaya ke depan pesantren dapat bantuan sesuai amanat perpres 82 tahun 2021. Perlu diketahui bahwa fungsi pesantren adalah pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Saya sampaikan ini untuk kepentingan umat,” ujar Suharno, 14-12-2021.
Menurutnya, kepentingan umat harus diutamakan, bila perlu bikin perda santri.
“Setiap anggota DPRD di akhir tahun memberikan masukan apa aja boleh untuk kepentingan masyarakat. Yang saya sampaikan kemarin itu menyangkut kepentingan umat. Yang telat mikir siapa,” tanya Suharno retoris. (Bambang Wahyu)
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…