PEMERINTAHAN

Tahun 2021 Sumbangan Sektor Pertanian Terhadap PDRB Gunungkidul Anjlok

GUNUNGKIDUL-MINGGU PON Tahun 2020 sumbangan sektor pertanian terhadap PDRB sebesar 24,67%. Pada tahun 2021 bergeser turun di angka 23,39%. Institusi pemerintah pemangku kepentingan merespon secara bervariasi.

Sebagian pengamat menilai bahwa sektor pertanian tidak digarap dengan serius. Kepala Bappeda Gunungkidul Saptoyo membantah, bahwa penyebab turunnya sumbangan sektor pertanian terhadap PDRB tidak bisa dijelaskan secara simpel begitu.

“Yo tidak bisa dinilai seperti itu. penggarapannya tetap sangat serius. Apalagi Pak Bupati diback up Pak Wabup yang back groundnya dari Kementerian Pertanian. Sumbangsih antar sektor, antar tahun bisa jadi akan mengalami pergeseran sesuai kondisi pada tahun berjalan,” ujar Saptoyo, 9-10-2022.

Kepala Bappeda lebih jauh menjelaskan bahwa PDRB itu komposit dari beberapa sektor pembentuk. Jika ada sektor lain yang naik, akan berpengaruh pada kontribusi di sektor lainnya. Karena total komposit tersebut 100%.
Kalau mau dilihat lebih detil, perlu disandingkan angka-angka tahun sebelumnya dengan tahun terakhir. Dengan begitu akan terlibat sektor yang naik dan yang turun.

“Perkembangan sektor pariwisata di Gunungkidul yg signifikan juga telah mendongkrak pertumbuhan sektor-sektor jasa, perdagangan, dan sektor lainnya. Ini mungkin juga menjadi penjelas pergeseran perangkaan tersebut,” terang Saptoyo.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Rusmayadi, M.Si menjelaskan secara rinci, bahwa sektor yang mempengaruhi turunnya sumbangan pertanian terhdap PDRB mencakup 3 sektor.

“Bahwa, tahun 2021 ada peralihan sektoral dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier yang ditunjukkan dengan naiknya kontribusi jasa (0.37%), penyediaan akomodasi makan dan minum (0.43%), dan infokom (0.93%) dibanding tahun sebelumnya,” papar Rusmayadi.

Rupanya dalam hal ini sektor pertanian tergusur. Menjawab pertanyaan ini, Kadinas bilang,” Tidak seperti itu. Mundurnya jadwal tanam menyebabkan raihan produksi di tahun 21 bergeser ke 22″.

Beda lagi dengan jawaban Kepala BPS Gunungkidul, Rintang Umbas Eltribakti, M.Si. Dia lebih menduga bahwa variabel yang mempengaruhi turunnya angka dari 24,67 % ke 23,39 adalah karena beralihnya lahan pertanian ke fungsi lain.

“Saya tidak tau persis, tapi setau saya pengalihan lahan pertanian itu di seluruh wilayah pasti ada karena penduduk bertambah tentu perlu tempat tinggal. Selalu ada lahan pertanian yang dikorbankan untuk pemukiman. Saya melihat JJLS pun sebagian juga ada lahan tegalan yang hilang,” tandasnya.

(Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

18 jam ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

3 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

4 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

5 hari ago

Puluhan Gambar Muncul, Berikut Hasil Lengkap Bukaan Cupu Kyai Panjala

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…

1 minggu ago