Tak Masuk Syarat, Bupati dan Wakil Belum Dapatkan Vaksin Covid-19

226

WONOSARI-JUMAT LEGI | Kabupaten Gunungkidul baru akan mendapatkan jatah vaksin COVID-19 tahap pertama pada Februari mendatang. Pejabat daerah pun termasuk dalam penerima perdana vaksin tersebut. Namun, Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Gunungkidul tak masuk dalam penerima vaksin.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi, Vaksin tersebut nantinya hanya untuk rentan umur 18-59 tahun. Ia mengatakan bahwa usianya telah menginjak pada 64 tahun.

Ia juga mengungkapkan bahwa Badingah selaku Bupati Gunungkidul saat ini telah berumur 70 tahun. Ini berarti keduanya belum menerima jatah vaksinasi tahap pertama tersebut. Meski begitu, Immawan tetap mengharapkan proses vaksinasi berjalan lancar.

“Saya mengimbau warga agar bersedia divaksin jika nantinya memenuhi persyaratan, tapi tetap mematuhi dan menjaga protokol kesehatan (prokes),” kata Immawan Jum’at, (15/01/2021).

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty membenarkan pernyataan Immawan tersebut. Hal itu disebabkan oleh uji klinis dari vaksin yang akan digunakan.

Adapun vaksin yang digunakan merupakan jenis Sinovac. Menurutnya, uji klinis dari vaksin ini menunjukkan bahwa kelompok usia yang aman untuk menerima adalah di rentang 18 hingga 59 tahun.

“Jadi kelompok usia anak-anak dan lansia tidak termasuk di dalamnya,” jelas Dewi.

Meski begitu, bukan berarti kedua pimpinan Gunungkidul tersebut sama sekali tak mendapatkan vaksin. Ia mengatakan mereka akan menerima vaksin dari merek lain.

Dewi menambahkan, sejumlah merek vaksin lain tersebut telah melakukan uji klinis terhadap kelompok usia anak dan lansia. Vaksin ini bisa berasal dari merek seperti Pfizer, Moderna, atau lainnya yang juga dipesan pemerintah pusat.

“Kemungkinan kelompok usia anak dan lansia nantinya akan menggunakan vaksin tersebut,” katanya. (Hery)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.