TANJUNGSARI, KAMIS PAHING-Peraturan Daerah Keistimewaan (Perdais) DIY diterbitkan awal Januari 2017. Tujuannya untuk mensejahterakan dan menentramkan masyarakat. Hal ini dikemukakan Bambang Krisnadi (Beka), anggota Pansus DPRD DIY di aula Kecamatan Tanjungsari Senin (9/4) silam.
Di depan Pejabat Kabupaten, Kecamatan, dan Desa, Beka mengupas posisi tanah dari filosofi Jawa.
“Sedumuk bathuk senyari bumi, kuwi lemah,” kata dia.
Perdais yang mengatur tanah milik Kasultanan dan tanah Kadipaten telah diterbitkan, tetapi terjadi paradok, dalam arti di kalangan masyarakat pengguna belum tercipta kesejahteraan dan ketentraman, menurut Beka pasti ada yang salah. Kita tidak perlu saling menyalahkan kata dia, kesalahan tersebut harus dicari sebab musababnya kemudian dikembalikan kepada rel yang semestinya.
Di dalam Pasal 32 Ayat 5 Perdais No. 1 Tahun 2017 disebutkan tanah Kasultanan dan Kadipaten setelah legal forma berbadan hukum (bersertifikat) pemilik diberi kewenangan yang sebesar-besarnya dalam tiga hal.
Pertama, untuk pengembangan budaya. Kedua, tanah SG dan tanah Pakualaman Ground (PAG) untuk kepentingan sosial. Yang ketiga, untuk kesejahteraan masyarkat. Muara tanah SG dan tanah PAG tidak boleh menyimpang dari tiga hal tersebut. Para investor, yang kebetulan ingin mengelola tanah SG, sudah semestinya mengacu kepada tiga hal di atas. (Agung)
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…