Pada titik ini saya melihat, bahwa banyak orang kehilangan cara berfikir jernih. Musabab mahasiswa bergerak itu karena disodok dengan dua galah bernama perubahan hukum dan keadilan.
Mikir sederhananya begini, kalau DPR RI tidak mengesahkan perubahan UU KPK dan tidak merencanakan mengubah 10 Pasal KUHP, para mahasiswa itu akan tetap jinak, berdiam diri di dalam kampus masing- masing.
VIDEO TERBARU :
Saya menduga (ini bisa salah, bisa benar), bahwa orang-orang Senayan dalam tempo super singkat mempunyai rencana besar untuk menggeser Presiden Jokowi.
Dalam hal ini, politik global kembali bermain. Amerika sesak nafas menyaksikan Indonesia begitu akrab dengan Peking. Satu-satunya cara untuk memisahkan keakraban itu dengan menggerakkan mahasiswa turun ke Senayan dan ke Istana Merdeka.
Sejarah mencatat, modus begitu pernah dilakukan 1965 dan 1998. Dengan cara yang sangat genial, kali ini diterapkan pada September-Oktober 2019.
Nah, halus banget kan, sehingga Anda tidak sempat tembus ke ranah berfikir jernih.
Jangankan Anda, Pak Mul (Moeldoko), Pak Wir (Wiranto), Pak Cudu (Ryamizard Ryacudu) dan Mas Yono (Hadi Tjahyono) pun gagap dan gagal membentengi rumah kekuasaan. (Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…
WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…
GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…
YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…