Tentara Ketemu Pengrawit, Improvisasi Sinom Parijatha

5355

INFOGUNUNGKIDUL, SENIN KLIWON

PONJONG – Putra Gunungkidul, Mayor Sunaryanta bersilaturahmi dengan warga Padukuhan Ngampel, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, DIY, Sabtu siang (2/2). Bertemu rombongan pengrawit setempat, pemerhati, pembina, sekaligus pelaku budaya yang dalam hal ini adalah anggota TNI aktif, meminta nada untuk melantunkan Tembang Sinom, karya KGPAA Mangkunegara IV.

Penabuh gender barung menuntun dua notasi, Mayor Sunaryanta langsung tarik suara, “Samangsane pasamuan.”

Dalam irama wilet rangkep, lazimnya para pesiden memberi senggakan: “sing lanang seniman, sing wadon seniwati, kayane nglumpuk”.

Kala itu, dua orang pesinden sedikit trobel, senggakannya berbeda, bahkan agak kacau. Mereka mengira, Mayor Sunaryanta sedang membawakan pupuh pangkur.

Pada angkatan kedua, “Mamangun marta martani.” Senggakan masuk ke: “janji sabar lan ora kesusu, sawahe jembar-jembar, parine lemu-lemu. Ya-ya yo-yo”.

Gamelan berhenti sejenak. Dan di titik inilah, pupuh sinom yang dibawakan Mayor Sunaryanta mengalir sejalan dengan irama gamelan.

“Harap dimaklumi, kami ketemu beliau baru kali ini,” ujar Tukina, pengrawit sepuh, penabuh slenthem.

Memang agak berbeda, Mayor Sunaryanta mengubah cengkok populer yang biasa dilantunkan Manthous Sang Maestro Campursari.

“Tetapi, improvisasi tembang sinom terbilang sukses,” komentar satu di antara ribuan penonton.

Terbukti, kata dia, cakepan (syair) mulai dari Sinambi ing saben mangsa, Kala kalaning asepi, Lelana teki-teki, Nggayuh geyonganing kayun, Kayuyun eninging tyas, Sanityasa pinrihatin, hingga Puguh panggah cegah dhahar lawan nendra, dibawakan sampai gong. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.