NGLIPAR – Minggu Legi | Kisruh berkepanjangan yang menerpa Kelompok Tani HKm Wonorejo, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, sedikit demi sedikit mulai terkuak.
Petani anggota HKm Wonorejo tidak dibayar sepeserpun. Hasil penjualan kayu jati ke Pabrik yakni CV Jaya Abadi patut diduga dimanipulasi. Penjualan Rp 650 juta hanya dilaporkan Rp 400 juta.
Wardoyo, selaku Ketua HKm Wonorejo, ditemui media di rumah tinggalnya di Kepuhsari, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, 18 Februari 2020 silam.
Dia mengaku, bahwa ada campur tangan pihak ketiga (Suparman), yang memang dikondisikan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi DIY.
Terang-terangan Wardoyo menyebut, bahwa Suparman adalah calo yang secara legal diberi kewenangan mencampuri administrasi kelompok Wonorejo.
“Dalam praktek, Suparman mendominasi perencanaan penebangan, pelaksanaan dan pelaporan,” ujar Wardoyo.
Page: 1 2
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…
GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…
SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY tewas…