PERISTIWA

Awal Maret 2020 Potensi Turun Hujan Lebat

JAKARTA – Minggu Legi | Deputi Bidang Meteorologi Drs. R. Mulyono R. Prabowo, menyatakan, hujan lebat kemungkinan terjadi 1 Maret hingga 7 Maret 2020.

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, pola tekanan rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) masih cukup aktif berpengaruh pada pembentukan potensi hujan di wilayah Indonesia.

 

 

“Keberadaan daerah tekanan rendah di Pesisir Australia Barat bagian utara dan di Samudera Hindia selatan Jatim serta sirkulasi angin tertutup di utara Papua Barat, menyebabkan pembentukan pola pertemuan massa udara yang memanjang dari Perairan Selatan Jatim hingga selatan NTB,” tulis Prabowo dalam siaran pers (29/02/20).

Menurutnya, belokan angin juga terpantau, terbentuk di sekitar wilayah Sumatera bagian utara dan selatan, Kalimantan Barat dan Tengah, Sulawesi bagian tengah, dan Maluku Utara.

Sementara itu labilitas udara cukup kuat di beberapa wilayah Indonesia. Kondisi ini, kata dia, berkontribusi pada peningkatan konvektifitas skala lokal terutama di Aceh, Sumbar, Sumsel, Lampung, Jabar, Jateng, Jatim, NTB, Kalbar, Kalteng, Sulsel, Sultra,  Papua Barat, dan Papua.

Berdasarkan kondisi tersebut di atas, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan, curah hujan dengan intensitas lebat terjadi secara kontinyu disertai kilat/petir berpotensi terjadi di wilayah-wilayah seperti:

  1. Periode 1 – 3 Maret 2020, di Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Sumsel, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Yogyakarta, Jatim, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kalsel, Bali, NTB,NTT, Sulbar, Sultra, Sulteng, Sulsel, Sulut, Gorontalo, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua.
  2. Periode 4 – 0m7 Maret 2020, hujan terjadi di Banten, Jabar, Jateng,  Jatim, Kalbar, Kalteng, Kaltara, Kaltim, Kalsel, NTB, NTT, Sulbar, Sultra, Sulteng, Sulsel, Sulut, Gorontalo, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua.

“Terkait kemungkinan  tersebut, masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” pungkasnya. (Redaksi)

infogunungkidul

Recent Posts

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

7 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

1 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

3 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

4 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

6 hari ago