Tersengat Listrik Saat Memasang Baja Ringan, Warga Nglipar Meninggal Dunia

1191

GUNUNGKIDUL-RABU PAHING |Krisna Candra Kusuma (30) warga Pedukuhan Karangsari, Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, tersengat arus listrik tegangan tinggi saat bekerja, Rabu (11/12) siang.

Menurut keterangan Eko Warno (34) rekan kerja mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat itu dikatakan Eko, korban bersama kedua rekannya sedang memasang atap Galvalum di rumah Joni Barokah (30) warga Padukuhan Klego 02/02, Kalurahan Giritirto, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul.

Sementara, lokasi korban bekerja di Padukuhan Susukaan, Kalurahan Giritirto, Kapanewon Purwosari.

“Saat kejadian saya tidak tahu persis, karena lokasi kita berbeda. Saya sedang merangkai tiang di dalam,” kata Eko.

Korban, Eko berujar, saat kejadian sedang memasang baja ringan atap teras ruko.

“Di atas ada jaringan tegangan tinggi, tersenggol oleh reng baja ringan yang akan dipasang korban sehingga bagian tangan korban tersengat aliran listrik,” tambahnya.

Pasca kejadian, diterangkan Eko, korban langsung dilarikan ke Klinik Darma Husada Kretek, Bantul, Yogyakarta untuk penanganan pertama.

“Kemudian korban dipindahkan ke Rumah Sakit (RS) Rama Husada Pundong Bantul,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia, selanjutnya korban pun dibawa kerumah duka di Padukuhan Kwarasan Tengah 04/02, Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul.

Rencana pemakaman esuk hari, Kamis (12/11) pukul 11.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kwarasan Tengah.

Terpisah, Tukimin (56) orang tua korban, menyayangkan saat pemindahan pasien tidak dilengkapi oksigen.

“Saya sangat menyayangkan saat pemindahan pasien dalam keadaan koma, tidak dilengkapi alat medis semacam oksigen dan lain-lain,” ungkapnya. (Abr)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.