Tradisi Kenduri Rasulan, Warga Kirim Doa di Masa Pandemi

4317

WONOSARI – Senin Pahing | Tradisi rasulan atau bersih desa menjadi tradisi yang rutin dilakukan masyarakat Kabupaten Gunungkidul setiap tahun. Namun di masa pandemi ini, rangkaian acara rasulan sedikit berbeda dari biasanya. Seperti yang terjadi di Padukuhan Glodogan, Kapanewon Wonosari misalnya.

Pemerintah desa meniadakan kegiatan berkumpulnya masyarakat, hal ini sebagai bentuk pemutusan mata rantai penyebaran virus corona. Acara rasulan yang biasanya diawali dengan ritual genduren, kali ini nampak hanya sebagian masyarakat saja yang melaksanakan ritual tersebut.

“Di padukuhan Glodogan ini ada 4 RT, biasanya tahun-tahun sebelumnya dapat berkumpul bersama, namun karena masa pandemi seperti ini, kita hanya dua RT saja, yang sebagian melaksanakan ritual genduren di RT nya masing-masing,” kata Sudarto Kaum setempat, Senin (20/07/2020).

 

 

Sudarto menceritakan, biasanya masyarakat akan berbondong- bondong membawa makanan seperti nasi ingkung ayam jawa ke Balai Padukuhan. Ritual tersebut adalah ritual yang paling penting dalam rangkaian acara- acara lainnya.

Acara selamatan atau kendurian merupakan acara makan bersama, tumpeng ingkung ayam yang sebelumnya didoakan. Adapun beberapa makanan pelengkap kenduri berupa nasi beserta lauknya seperti, bakmi, sayur lombok, tempe, rempeyek.

“Makanan tersebut akan disajikan setelah usai di doa’i” katanya.

 

 

Sudarto berharap pandemi covid 19 segera berakhir agar di tahun berikutnya tradisi rasulan dapat diramaikan seperti tahun-tahun yang lalu.

Rasulan merupakan tradisi untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya diberi kelancaran dalam mencari rezeki.

Selain itu, rasulan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan karunia yang diberikan kepada warga, atas hasil panen para petani yang melimpah. (Hery)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.