Tukimin Menambah Daftar Gandir ke-28 di Gunungkidul

724

PANGGANG-MINGGU KLIWON | Angka kematian dengan cara gantung diri terus bertambah di Kabupaten Gunungkidul. Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, hingga Minggu ke 3 di Bulan Juli 2021, tercatat 28 nyawa melayang dengan seutas tali.

Tukimin (48) warga Padukuhan Pendem 04/01, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang sebagai pelaku gantung diri ke 28 di Kabupaten Gunungkidul. Aksi nekat Tukimin ini mengemparkan warga sekitar, Minggu, (18/07/2021).

Kapolsek Panggang AKP Mujiman, SH.MH melalui Kasi Humas Polsek Panggang, Aiptu Sujarno menjelaskan, pertama kali Tukimin ditemukan berawal, sekitar pukul 14.30 WIB, Sunardi (45) warga setempat akan mencari rumput untuk pakan ternak ke Alas Padem Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang. Ketika melewati alas Suruh ,Sunardi melihat korban dalam posisi menggantung di pohon jati.

Melihat kejadian itu, Sunardi memberitahukan peristiwa tersebut kepada Margiyo (55) dan warga sekitar serta selanjutnya melaporkan ke Polsek Panggang.

Pasca mendapat laporan warga, Anggota Polsek Panggang dipimpin langsung Kapolsek Panggang Mujiman, mendatangi tempat kejadian bersama petugas medis Puskesmas Panggang 2.

“Kondisi korban pada saat ditemukan dalam posisi menggantung di pohon jati. Panjang tali simpul atas sampai tanah 230 cm, panjang tali simpul atas sampai leher 60 cm. Hasil pemeriksaan tim medis, jasad korban tidak ada tanda-tanda penganiayaan, korban murni meninggal akibat gantung diri,” jelas Sujarno.

Sebelumnya diberitakan, Anjar Gunantoro, Dukuh Sawah, Girisekar menyampaikan bahwa, sebelum ditemukan tewas gantung diri Tukimin tidak ada persoalan rumah tangga.

Mengejutkan, kata Anjar, Tukimin memilih gantung diri di ladang dekat rumahnya. Mengutip kesaksian tetangga korban Anjar menuturkan, bahwa dalam waktu dekat Tukimin almarhum bermaksud menggelar hajatan.

“Arep ngrabeke anake (mau menikahkan anaknya),” tutup Anjar Gunantoro. (Agus SW)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.