PLAYEN-SABTU WAGE | Pandemi Covid-19 berdampak pada lesunya sektor UMKM di berbagai penjuru. Berbagai cara dilakukan para pelaku UMKM agar dapat meningkatkan nilai jual produk mereka sehingga dapat bersaing guna mencari untung ekonomi.
Seperti yang dilakukan oleh Ngizun warga Padukuhan Gedad, Kalurahan Banyusoca, Kapanewon Playen ini, ia mengolah gula aren menjadi produk empon-empon atau minuman sachet herbal yang justru kini laris manis diburu warga. Selain nilai jual yang lebih ekonomi, kini bisnis olahan empon-empon sachet bisa menghasilkan omset hingga jutaan rupiah perbulannya.
“Meski penjualan gula kelapa sedang mengalami penurunan, tapi saya tetap melakukan pembuatan gula berbahan nira kelapa ini,” katanya Sabtu (27/02/2021) siang.
Ia mengatakan, gula yang tadinya hanya dijual mentah, beberapa tahun terakhir mulai di olah menjadi berbagai bahan minuman. Untuk mempertahankan usahanya dimasa pandemi, Kelompok Usaha Guyub Rukun terus berupaya membuat produk varian baru. Yakni salah satunya empon-empon, produk olahan berbahan dasar gula kelapa dicampur dengan jahe, kunyit, temulawak, serai, dan rempah rempah lainnya ini, sangat populer dan digemari para pelanggan.
Menurut mereka, empon-empon mampu menambah stamina serta menjaga daya tahan tubuh, terlebih dimasa pandemi ini masyarakat lebih senang mengkonsumsi minuman tradisional dibandingkan dengan obat-obatan produksi pabrik kimia.
Empon-empon tersebut pun terbilang cukup sederhana. Gula aren yang ada dicampur dengan berbagai rempah rempah lainnya yang sudah di olah menjadi serbuk. Ditakar sesuai dengan komposisi yang ada hingga jadilah minuman empon empon sachet. Siapa yang menyangka, ide untuk mengubah olahan gula aren menjadi empon empon kini berbuah manis.
Bahkan, setiap harinya, puluhan sampai ratusan empon empon sachet yang berasal dari Padukuhan Gedad ini beredar dipasaran. Pesanan tak hanya datang dari Gunungkidul saja, melainkan dari kota kota lain seperti Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Harga untuk satu sachet murah saja, yakni hanya berkisar Rp 15 ribu rupiah hingga Rp 75 ribu rupiah rupiah, hanya saja tergantung dari ukuran pengemasan,” jelasnya.
Ia menambahkan, selain dipercaya menyehatkan, meminum empon-empon juga diyakini mampu meningkatnya imun tubuh sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit. Bahkan berkat ketelatenannya tersebut, ia mengaku dapat menjual empon empon hingga puluhan saset dalam satu harnya.
“Berkat usaha ini saya kini mampu meraup untung hingga jutaan rupiah perbulannya,” pungkasnya. (Heri)
GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…
NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…