WONOSARI – Senin Kliwon | Menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU, semakin santer juga isu people power atau gerakan kedaulatan rakyat untuk mengepung Gedung KPU, dan Bawaslu. Ulama dan tokoh masyarakat Gunungkidul menolak hal itu.
Ulama dan tokoh masyarakat Gunungkidul menyarankan hasil pemilu supaya menunggu Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan menghormati apapun hasilnya. Gerakan people power, menurut ulama, banyak mudharatnya daripada manfaatnya.
Hal itu diungkapkan oleh Ustad Mohammad Khoeron Marzuki S.Ag, pengasuh ponpes Al-Mumtaz Patuk, sekaligus Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMB NU) menyatakan menolak dengan adanya pengerahan massa ke Jakarta atau people power dalam menghadapi Pemilu 2019.
“Sehingga saya menghimbau mari ikuti mekanisme yang ada, kita tunggu hasil dari KPU. Jika ada pelanggaran-pelanggaran, tambah dia, selesaikan dengan jalur hukum sesuai dengan tata aturan perundang-undangan yang ada,” jelas Mohammad Khoeron Marzuki.
Page: 1 2
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…
View Comments
Apa untungnya people power..banyak teroris..malah nyawa taruhannya...yg di bela juga blm tentu peduli