EKONOMI

Unik dan Praktis, Bonsai Mulai Mengeliat

TEPUS-SABTU WAGE | Tanaman jenis bonsai kini mulai diminati para pecinta tanaman hias di Kabupaten Gunungkidul. Tak sedikit dari mereka kini mulai membudidaya sebagai hiasan rumah.

Tanaman bonsai mulai diminati lantaran bentuknya yang unik dan praktis karena bisa dipindah-pindah dari luar hingga ke dalam rumah.

Jenisnyapun beragam karena banyak jenis tanaman yang dapat dibuat menjadi bonsai.

 

 

Salah satu pehobi tanaman jenis bonsai Aris Kurniawan warga Padukuhan Bintaos, Kelurahan Sidoarjo, Kepanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul contohnya. Ia telah berhasil mengembangkan budidaya bonsai untuk hiasan rumahnya sendiri.

Aris menjelaskan, waktu yang dibutuhkan untuk membentuk bonsai sekitar dua sampai tiga tahun lamanya, tergantung jenis tanaman.

“Apabila sudah jadi bonsai, harga jual tanaman kerdil ini bisa mencapai puluhan juta rupiah,” katanya Kamis (25/06/2020).

 

 

Aris mengaku, meski tanaman bonsai yang ia budidaya kini telah banyak diminati, namun ia memilih untuk tidak menjualnya. Menurutnya, tanaman bonsai miliknya hanya sebagai tanaman hiasan saja di halaman rumahnya sendiri.

Lebih lanjut Aris mengatakan, terdapat banyak jenis bonsai yang ia budidaya dirumahnya. Mulai dari bonsai Kelapa, Beringin Arjuna (Lokal), Bonsai Beringin Kimeng, Serut, Asam Jawa, Bonsai Bintaos dan masih banyak lagi jenisnya.

Menurutnya, dari sekian bonsai yang agak susah perawatannya yakni bonsai kelapa, karena harus membersihkan dahan dan memotongi lapisannya.

 

 

“Namanya bonsai ya memang tanaman kerdil, jadi kita jaga agar tetap tumbuhnya kecil,” jelasnya.

Mengenai perawatan bonsai, secara umum yakni teknis penyiraman, pemupukan, dan pemotongan. Kadar pupuknya tidak boleh terlalu banyak atau sebaliknya terlalu sedikit, karena hal ini dapat mempengaruhi kesuburan bonsai.

Selain itu, bonsai juga perlu diberikan kawat agar dapat tumbuh sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

“Untuk menjaga bonsai agar tidak bertumbuh besar, kita lakukan pemotongan, minimal sebulan sekali dan maksimal tiga bulan sekali, tergantung kecepatan pertumbuhan bonsai,” jelasnya. (Hary)

 

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

4 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago