SEMIN, Sabtu Wage—Kantor Balai Desa Bulurejo, Kecamatan Semin, satu-satunya BALDES yang memajang foto-foto Presiden RI, dari Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo. Uniknya setiap foto, dibawahnya bertuliskan gambaran, atau simbol sosok sang pemimpin tersebut, dengan julukan SATRIA.
Dalam menyambut Hari Ulang Tahun kemerdekaan Indonesia (HUT-RI) ke-72, tanggal 17 Agustus 2017, kita mengingatkan kembali, mengenang jasa para pemimpin negara, salah satunya dengan mencoba menanyakan arti dan makna terkait dengan pemasangan foto para Pemimpin tersebut, kepada Kepala Desa Bulurejo.
“ Sebenarnya Ronggowarsito sudah meramalkan tentang satrio piningit sebagai tokoh yang dikemudian akan memimpin negara ini,” Legiman memulai ceritanya, Sabtu, (12/08).
Dibeberkanya, baik ramalan Joyoboyo maupun Ronggo Warsito menyebutkan bahwa pemimpin bekas kerajaan Majapahit ini akan dipimpin Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.
Oleh karena itu, lanjutnya, banyak kalangan (Poro Winasis) yang kemudian mencoba menafsirkan ketujuh Satrio Pininngit tersebut.
Presiden Soekarno dengan julukan Satria Kinunjara Murwa Kuncara
“Pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu penjajah, kemudian menjadi tokoh pemimpin tersohor (Murwo Kuncoro), beliau juga dijuluki sang Proklamator dan pemimpin Besar Revolusi,” kata Legiman.
Kemudian Presiden Soeharto, dengan julukan Satria Mukti Wibawa Kesandung Kesampar, maksudnya pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ ditakuti (Wibowo).
“ Namun selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan atau kesalahan (Kesandung Kesampar), namun Suharto juga termasuk pemimpin besar, dengan julukan Bapak Pembangunan,” lanjutnya.
Bj. Habibie dengan sebutan Satria Jinumput Sumela Atur, maksudnya Tokoh pemimpin yang diangkat atau terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi (Sumela Atur).
Kemudian KH. Abdulrahman Wahid Presiden RI ke-4 dijuluki Satia Lelana Tapa Ngrame. maksudnya suka mengembara atau keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga mempunyai tingkat kejiwaan religius cukup tinggi, Rohaniawan (Tapa Ngrame).
Presiden RI ke-5 dijabat Megawati Soekarno putri mendapat julukan Satria Piningit Hamong Tuwuh, maknanya karena Megawatu muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh).
Susilo Bambang Yudhoyono dijuluki Satria Boyong Pambukaning Gapura, Tokoh yang berpindah tempat (Boyong) dari menteri menjadi presiden, dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro).
Dan yang menjadi Presiden sekarang, Joko Widodo dijuluki Satria Pinandita Sinisihan Wahyu.
“ Beliau ini amat sangat Religius sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito), senantiasa bertindak atas dasar hukum atau petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati,” pungkas Legiman.
Ditambahkannya, bahwa dengan pemajang gambar foto-foto tersebut, bermaksud supaya masyarakat atau perangkat desanya bisa mencontoh para pemimpin tersebut dengan segala kelebihan dan kekuranganya. Bahkan menurut Legiman, ketika Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi syawalan di Balai Desa Bulu Rejo, sangat mengapresiasi dengan pemasangan para pemimpin bangsa yang bertuliskan symbol satria piningit tadi.
“Dengan foto dan symbol dibawahnya itu menggambarkan sifat kepemimpinan, bahkan Pak Immawan menceritakan sejarah kepimpinan Soekarno waktu itu,” tutupnya.
Reporter: W. Joko Narendro.






