PERISTIWA

Usai Sidak Gudang Pupuk, Bupati Langsung Rakor

WONOSARI-SELASA KLIWON | Senin 13-9-2021 silam Bupati Gunungkidul Sunaryanta ceking persediaan pupuk di Gudang Jeruk Sari serta Semanu. Seminggu kemudian, 20-9-2021, dia mengajak rapat koordinasi dengan petani dan sejumlah pihak yang berkepentingan.

Rapat koordinasi pertanian di Ruang Handayani Pemda Gunungkidul menghadirkan Produsen Pupuk, Distributor Pupuk, Kios Pupuk Lengkap (KPL) se Gunungkidul.

“Jatah pupuk Kabupaten Gunungkidul diupayakan meningkat. Volumenya, dibanding tahun lalu, lebih besar. Ini perwujudan janji politik yang saya sampaikan,” ujar Bupati Sunaryanta dalam pengantar pengarahannya.

Dalam kesemparan rakor, Bupati Sunaryanta mengapresiasi PT Pusri dan PT Petrokimia karena telah memberikan alokasi pupuk mencapai 18.000 ton urea dan 11.000 ton produk Petrokimia.

Menurut perhitungan Bupati Sunaryanta, musim tanam 1 2021/2022, petani tidak lagi menghadapi kelangkaan pupuk.

Rakor pertanian tersebut diikuti diikuti Pokja Pengawasan Pupuk dan Pestisida Kabupaten Gunungkidul meliputi Kasintel Kejaksaan Negeri Wonosari, Kanit Intelkam Polres Gunungkidul, Asisten II Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, serta Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul.

Bupati Sunaryanta berpesan, bahwa para petani harus bisa memanfaatkan sebaik-baiknya tentang adanya pupuk bersubsidi yang telah disediakan..

Selebihnya Bupati meminta Kejaksaan dan Kepolisian ikut mengawal distribusi pupuk sehingga sampai pada petani.

Perwakilan PT Pusri Imam Triyono menyampaikan kesiapan stok dan distribusi pupuk urea. Dia mencatat bahwa sisa pupuk urea yang belum terserap masih sekitar 13.000 ton sehingga petani dipersilakan segera menebus sesuai kebutuhan,

Harapan yang sama disampaikan Ilham Darmawan dari PT Petrokimia. Dia bilang stok pupuk NPK Phonska dan Petroganik (pupuk organic padat) juga POC (Pupuk Organik Cair) segera diambil sesuai pengajuan di dalam RDKK.

Dalam sesi tanya jawab 3 perwakilan petani mengajukan pertanyaan.

Ngadirin dari Nglipar menanyakan mutu pupuk NPK Phonska dengan warna yang berbeda beda, dan minimnya stok pupuk SP-36 yang diperlukan petani.

Sumari petani asal Playen menanyakan tentang kebutuhan pupuk untuk pesanggem di wilayah hutan kemasyarakatan yang boleh ditanami tanaman pangan.

Terakhir Gunarno dari Tanjungsari bertanya tentang kurangnya kartu tani yang dipesan oleh kelompoknya.

Menanggapi tiga pertanyaan tersebut Ilham Darmawan menjelaskan bahwa semua pupuk bersubsidi yang didistribusikan di Gunungkidul mutunya bagus sesuai standar SNI.

“Khusus NPK Phonska diproduksi dengan 4 warna berbeda namun mutunya sama bagusnya jadi jangan kuatir dengan kualitas,” ujarnya.

Tentang SP36, lanjut Ilham Darmawan, memang sesuai rekomendasi Balitbang BPTP Dalam penyusunan RDKK bahwa SP36 tidak direkomendasikan untuk padi namun untuk horti dan kacang tanah sehingga di dalam RDKK hanya sedikit. Mengenai kurangnya kartu tani bisa dilaksanakan dengan penebusan secara manual sesuai aturan yang ada yaitu yang sudah tercantum dalam RDKK.

Di tempat yang sama Dinas Pertanian dan Pangan menyampaikan hasil pemantauan distribusi pupuk sampai tanggal 20 September 2021.

Untuk urea telah disalurkan 4.067 ton atau 27% dari alokasi; pupuk NPK disalurkan 3.400 ton atau 50% dari alokasi; SP36 tersalur 206 ton atau 19% dari alokasi; ZA tersalur 73,5 ton atau 11% dari alokasi. Stok di Gudang PUSRI terdapat 1.130 ton urea. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Prof Sony Warsono Resmi jadi Guru Besar UGM

YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…

6 hari ago

Rektor UGM Buka Rangkaian PIONIR, Sambut 11.099 Mahasiswa Baru

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…

1 minggu ago

Momentum HUT RI ke-81, SD Muhammadiyah Mulusan II Unjuk Kemajuan

GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…

1 minggu ago

Seorang Kakek asal Gunungkidul Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul,  DIY tewas…

1 minggu ago

Ratusan Kakak Asuh Maba UPN Veteran Yogya Jalani Pelatihan Bela Negara di AAU

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…

1 minggu ago

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

2 minggu ago