GUNUNGKIDUL – SENIN KLIWON | Peran media bagi masyarakat sangat strategis dan mendasar, terutama dalam kehidupan demokrasi, pembangunan daerah, dan pembentukan karakter sosial.
Hal itu dikatakan Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, S.E.,DBA.,M.M., di Kantor Redaksi infogunungkidul.com, Jalan Kyai Legi/ Jalur Cinta (JC), Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (27/25) siang.
Tugas media, dikatakan Joko, bukan sekedar menyampaikan berita, tetapi dapat menjadi ruang belajar, sehingga diharapkan dapat berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Menjadi ruang belajar bersama, ruang dialog, dan ruang tumbuhnya kesadaran public, dan kesadaran politik,” kata Joko saat menghadiri Anniversary IGTV ke-9 baru-baru ini.
Selain itu, Joko mengingatkan, media menjadi sumber informasi utama masyarakat, yang membantu warga memahami peristiwa, kebijakan pemerintah, serta informasi penting, dan darurat.
“Tanpa media masyarakat akan kehilangan arah, dan akses terhadap pengetahuan yang benar,” tegasnya.
Oleh karena itu, Joko berujar, media juga memiliki peran besar dalam pendidikan, dan literasi public. Sehingga melalui pemberitaan yang sehat, diharapakan media ikut mencerdaskan masyarakat, membentuk cara berpikir kritis, dan meningkatkan kesadaran hukum, kesehatan, serta sosial.
“Media yang baik, adalah media yang mencerahkan. Selain itu, saya melihat bahwa media adalah ruang aspirasi, dan juga control sosial yang sangat efektif,” ujarnya.
Media, menurut Joko, sangat membantu menyuarakan kepentingan rakyat, sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah agar tetap berjalan di jalur kepentingan public.
“Ini yang terus kita perjuangkan, jadi masyarakat kita, media kita, itu terus memperjuangkan agar kemudian pemerintah kita ini berjalan di kepentingan public. Oleh karena itu, kami memandang media seharusnya menjadi mitra strategis untuk pemerintah kita,” terangnya.
Sebagai pilar ke 4 demokrasi, demikian dikatakan Joko, media hendaknya menyajikan informasi berimbang, bertanggungjawab, serta mampu menjaga agar demokrasi tetap hidup sehat, dan berkeadilan.
Di Tengah-tengah masyarakat yang majemuk, media memiliki peran penting sebagai perekat sosial. Selain itu, Joko berharap, media harus bijak, mampu meredam konflik, menumbuhkan toleransi, serta menjaga persatuan.
“Dilihat dari peran media ini sangat strategis sekali karena media ini secara terbuka bisa memberitakan apa saja yang mereka harus beritakan. Tapi dalam kesempatan ini, saya juga berharap, bahwa media selalu cek and balance, memberitakan sesuatu yang berimbang, tapi kalau memang ternyata itu sesuatu yang nyata, yang riil, sesuai dengan fakta, hendaknya juga harus diberitakan,” ungkap Joko.
Sementara bagi pemerintah, Joko memandang, media adalah jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Oleh karenanya, media diharapkan tetap kritis dan menjadi saluran aspirasi masyarakat.
Penulis: Akbar Nhs
Editor: HRD








