Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Geram Soal Pengendalian Gantung Diri

1227

WONOSARI-MINGGU KLIWON | Suharno, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul getem-geten sebab Pengendalian gantung diri tak kunjung dilakukan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Politisi NasDem tersebut mengomentari peristiwa gantung diri yang ke 20 hingga 9-9-2022 di Kapanewon Ngawen yang baru-baru ini terjadi.

“Ya Allah, gantung diri terus terusan,” demikian dia bilang terkait nekadnya Manto Suwito yang dilaporkan Eko Rustanto, sesama anggota DPRD Gunungkidul, kemarin.

Pemkab Gunungkidul, menurutnya seperti makin tak peduli. Sementara berdasarkan pengakuannya, berkali-kali Dewan memberi masukan.

“Saya sudah beberapa kali memberikan masukan, bahwa Pemkab Gunungkidul harus peduli dan aksi langsung menanganinya,” tegas Suharno,10-9-2022.

Dia menilai gantung diri itu karena frustasi, sebab punya masalah yang sulit diatasi. Bisa karena ekonomi, kesehatan dan masalah pribadi yang tidak bisa teratasi sendiri. Banyak orang gantung diri di usia tua karena sakit menahun.

Untuk itu, kata Suharno, Pemerintah Kabupaten harus hadir menangani dengan memfungsikan puskesmas, dengan cara mendata orang yang punya penyakit menahun. Tentu ini perlu bekerja sama dengan Kalurahan Rt dan Rw.

“Setelah terdata maka puskesmas bergerak jemput bola, rutin mendatangi warga, memberi motifasi dan melayani pengobatan dan perawatan. Saya menyarankan anggaran 2% APBD digunakan untuk bantuan sosial penanganan antisipasi gantung diri,” tegas Suharno.

(Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.