Waspadai Tanah Longsor, Forum Pengurangan Resiko Bencana Latih Warga 9 Padukuhan

136

GUNUNGKIDUL – OnlineNews |  Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Desa Putat, Kecamatan Patuk melatih warga 9 padukuhan, (14/12/19). Kemungkinan terjadinya tanah longsor yang mengancam 10 KK menjadi sorotan utama.

Pelatihan sehari dilakukan di Balai Desa Putat, menghadirkan dukuh dan warga selaku relawan. Dua materi utama disampaikan Agus petugas BPBD Gunungkidul dan Juni Putra Nugraha Team Reaksi Cepat TRC Pusdalop DIY.

“Pengumpulan data ( asessment) sebelum, selama dan sesudah terjadi bencana tanah longsor, termasuk persiapan perilaku (mitigasi) sebelum terjadi peristiwa tanah longsor adalah penting,” ucap Sukardi, Kades Putat, dalam pengarahan singkat.

 

TAMAN BUAH MELON ORANGE DI TAMAN PATUNG SAPI

 

Pelatihan assesment dan mitigasi bencana mengambil sampel potensi tanah longsor di RT 35 Rw 09, Padukuhan Putat II.

“Lahan 3,8 ha yang saat ini terbuka alias gundul karena sedang dipersiapkan untuk keperluan pembangunan hotel serta agrowisata tanaman buah langka, di Gunung Ngapak berpotensi terjadi longsor,” ujar M Ali Safrudin di tengah peserta pelatihan.

Dia mencatat, setidaknya 10 KK yang berada di lereng Gunung Ngapak sisi selatan khawatir sewaktu-waktu bisa terjadi longsor, pada saat hujan lebat.

Bersama dukuh setempat Ali memetakan sejumlah kepala keluarga seperti Sri Lestari, Agus Siswantoro, Iwan Haryanto, Sujarwo, Suroto, Dwi Purnomo, Ponimin, Sujiman, Arjo buang, serta Paijo potensi terancam longsor.

“Beberapa tahun lalu warga tersebut harus siaga penuh, karena lereng Gunung Ngapak sebagian longsor,” pungkasnya.

Tidak disebut secara detail, pelatihan assesment dan mitigasi bencana dibiayai APBDes 2019, bersumber dari alokasi Dana Desa. (Red)

 

DI LADANG TANDUS, TEMUKAN MATA AIR LUAR BIASA




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.