Watu Gajah, Batu Keren di Botodayaan

301

RONGKOP, Sabtu Wage – Padukuhan Cabe,  Desa Botodayaan, Kecamatan Rongkop memiliki tiga bebatuan unik: Watu Gajah (Batu Gajah), Watu Sapi (Batu Sapi) dan Watu Kodok (Batu Katak). Dari ketiga bebatuan tersebut yang memiliki cerita keren adalah Watu Gajah.

Diberi nama unik karena batu tersebut mempunyai bentuk mirip gajah,  sapi dan katak. Lokasi ketiga batu ada di selatan Padukuhan Cabe, berjarak 3 km dari Desa Botodayaan ± 7 km dari Kota Kecamatan Rongkop serta ± 33 km dari kota Wonosari ibukota Kabupaten Gunungkidul. Posisi tepatnya berada di salah satu ladang milik penduduk.

“Watu Gajah menyimpan legenda  mirip dengan cerita Roro Jonggrang di candi Prambanan,” tulis pengelola SID Desa Botodayaan ( http://botodayaan-rongkop.desa.id/index.php/first )

Konon,   Roro Denok dipersunting Joko Tua, tetapi  menolak halus.  Roro Denok pura-pura menyetujui pinangan dengan syarat Joko Tua harus mampu membuat patung gajah, beserta isi berupa aneka perhiasan dalam waktu semalam.

Joko tua tidak menolak persyaratan tersebut. Dengan bantuan jin permintaan Roro Denok dapat selesai dalam waktu  semalam. Pada legenda itu diceriterakan, Roro Denok ingkar, menyebabkan Joko Tua marah.

Patung gajah yang berisi perhiasan  ditendang, hingga terbalik. Joko Tua mengeluarkan sumpah serapah. Roro Denok dan anak turunnya bakal menjadi perawan tua.

Watu Gajah dewasa ini dinilai memiliki potensi wisata dengan spesifikasi alam pegunungan dan pemandangan khas bebatuan Gunungkidul.

Wisatawan yang hendak menuju Pantai Wediombo, Siung, Sadeng serta pantai lain di Gunungkidul ketika melintasi Desa Botodayaan, bisa singgah sejenak untuk melihat Watu Gajah.

 

Penulis: Agus SW




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.