WONOSARI – KAMIS LEGI | Wakil Bupati Gunungkidul, Dr. Drs. Immawan Wahyudi, MH, pernah membuat pernyataan, akan menemui tokoh yang nemiliki ilmu jitu untuk menanggulangi peristiwa gantung diri.
“Immawan Wahyudi hampir mustahil menemukannya, karena ilmu yang dimaksud tidak dimiliki oleh manusia di abad teknologi digital,” ujar Joko Priyatmo (Jepe), Kamis (12/3/20).
Menurutnya, banyak teori dan dan solusi ditulis oleh sejumlah tokoh di Gunungkidul, termasuk paparan para ahli ilmu jiwa, sementara, belum satupun gagasan dan jalan keluar itu memenuhi harapan semua pihak.
Terbukti, kata dia, hingga hari ke 70, tanggal 10 bulan Maret 2020, di Gunungkidul telah terjadi 9 kali orang gantung diri.
Membedah sebab musabab seseorang bunuh diri, terlepas itu gantung diri atau dengan cara lain, menurut Jepe, selama ini orang hanya meraba dan menduga-duga.
“Gantung diri, sementara itu dilakukan oleh hampir di seluruh lapisan usia, mulai dari remaja, dewasa, paruh baya, hingga lansia, termasuk tidak pandang strata sosial, ” ulas Jepe.
Menurutnya, ada fakta klasik berupa fitroh yang sangat manusawi, bahwa tidak satupun manusia bisa terhindari dari kondisi ‘soliter’ (merasa sendirian) di dunia.
“Soliter, perlu dipahami sebagai simbol awal, manusia memutuskan dan kemudian melakukan bunuh diri dengan cara apa pun,” tandasnya.






