Gerakan Tanam Kedelai di Banyusoco, Dongkrak Luas Tanam di Gunungkidul

308

PLAYEN – RABU LEGI | Kabupaten Gunungkidul merupakan sentra kedele di DIY. Untuk itu Kementerian Pertanian (Kementan) berharap ada peningkatan luas tanam kedele pada tahun 2020 dengan target luas tanam mencapai 3700 ha, sehingga ada peningkatan hampir 50% dibanding tahun 2019.

Davied Apriyanto, SP.,MSi, perwakilan dari Kementan RI menjelaskan, sebelumnya ada penurunan penanaman kedele pada tahun 2019 dibanding tahun 2018. Pada tahun 2018 luas tanam kedele mencapai 5.229 Ha, tetapi pada tahun 2019 hanya tercapai 2.912 Ha sehingga terjadi penurunan 45%. Hal ini terjadi di seluruh Indonesia mencapai penurunan 50%, termasuk Gunungkidul.

“Sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar target peningkatan luas tanam kedele kembali naik,” jelasnya saat menghadiri gerakan tanam kedele bersama Kelompok Tani Rukun Tani di Padukuhan Kepek,Desa Banyusoca, Kecamatan Playen, Rabu (11/03/2020).

Kementan berharap pengelolaan kedele bisa dikelola secara komphrehensif dengan pengelolaan dari hulu sampai hilir dalam bentuk kawasan yang dapat menjamin pemasaran hasil.

Khususnya di Desa Banyusoco tersebut, tepatnya di Petak 92 RPH Banyusoca, gerakan tanam kedele dilakukan diatas lahan seluas 90 Ha, terdiri 60 ha bantuan pemerintah, dan 30 Ha swadaya masyarakat.

“Ini salah satu upaya mendongkrak luas tanam kedele,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah memberikan bantuan mesin power threser, irigasi perpompaan, bantuan usaha pengolahan penepung. Juga dilaksanakan penandatanganan KUR untuk peternak oleh BRI.

Selain itu juga ditampilkan produk turunan kedele sebagai usaha peningkatan nilai tambah kedele mulai dari olahan kedele, perbenihan kedele, diversifikasi produk kedele seperti tempe Rmrempah,jus tempe, keju tempe, terasi tempe oleh praktisi Agus Tempe.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Ir.Bambang Wisnu Broto mengucapkan terima kasih atas fasilitas yang diberikan pusat untuk petani Gunungkidul.

“Saya berharap para petani memanfaatkannya dengan baik. Pertanian diharapkan berdampingan dengan pariwisata Gunungkidul, yakni dengan mengembangkan potensi yang ada, sehingga terwujud pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” ucapnya.(red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.