Kendala Kartu Tani, E-RDKK ini Menjadi Solusi

1940

WONOSARI-MINGGU LEGI | Mulai dari kurangnya memahami penggunaan, hingga fisik kartu yang hilang menjadi kendal petani di Kabupaten Gunungkidul kesulitan dalam memanfaatkan Kartu Tani.

Merespon hal tersebut, Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul Raharjo Yuwono menyatakan, bahwa Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) menjadi solusi bagi kendala.

Sehingga, Yuwono berharap, bagi petani yang membutuhkan jatah pupuk bersubsidi, mereka tetap bisa mendapakanya, asal tealah tercatat dalam E-RDKK 2020.

“Lewat E-RDKK, tiap Kelompok Tani (Poktan) tetap bisa mengajukan permohonan kebutuhan pupuk subsidi,” jelas Raharjo, pada Sabtu (31/10/2020).

Hal ini, menurutnya, juga berlaku bagi mereka yang belum memiliki Kartu Tani.

Dikatakannya lebih lanjut, E-RDKK sendiri dibuat berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) anggota tiap Poktan serta luas kepemilikan lahan. Tujuannya agar kuota pupuk subsidi dapat disesuaikan dengan luasan lahan.

“Sesuai E-RDKK, saat ini ada sekitar 129 ribuan Kartu Tani, seluruhnya sudah aktif dan dapat digunakan,” ungkap Raharjo.

Pihaknya mengklaim, bahawa hanya sebagian kecil petani di Gunungkidul yang mengalami kesulitan dalam penggunaan Kartu Tani.

Begitu juga dengan mereka yang fisik Kartu Taninya hilang. Bagi mereka, Raharjo mengatakan proses verifikasi saat ini sudah dan masih terus dilakukan. Proses ini dilakukan oleh Balai Pelatihan Pertanian (BPP) dan bank penyedia layanan Kartu Tani.

“Mereka yang masih kesulitan tetap mendapat pendampingan dari Pertanian Penyuluh Pertanian (PPL) dan pegawai DPP,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala DPP Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto menyampaikan, bahwa ada 5 jenis pupuk subsidi yang disiapkan antara lain, Urea, NPK, SP-36, ZA, dan organik.

Berdasarkan data yang dimiliki, tiap jenis pupuk subsidi tersebut sudah ditebus sebagian oleh para petani. Penyediaan pupuk subsidi ini juga terkait dengan musim tanam pertama 2020/2021.

“Mengingat kuotanya sudah ditambah pemerintah pusat, kami pastikan pupuk subsidi mencukupi hingga akhir tahun,” kata Bambang. (Hery)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.