BMKG Prediksi, Bulan Ini Masuk Musim Kemarau

1345

SEMIN-RABU KLIWON | Berdasarkan prediksi BMKG, bulan Mei 2021 wilayah Kabupaten Gunungkidul memasuki musim kemarau. Untuk memastikan dampak kekeringan terhadap pertanaman padi dan palawija, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul melakukan pantauan lapangan di Gapoktan, Rukun Makmur Kapanewon Semin, Selasa, (18/05/2021).

Kepala DPP Kabupaten Gunungkidul, Ir.Bambang Wisnu Broto menyampaikan, dari data luas pertanaman yang ada pada musim tanam kedua tahun 2021 terdapat pertanaman kedele seluas 2.602 hektar, pertanaman jagung seluas 7.354 hektar, pertanaman padi seluas 8.110 hektar.

“Hasil pengamatan lapangan pertanaman palawija kedelai dan jagung telah panen sedangkan padi mendekati waktu panen, beberapa masih dalam fase bunting,” ungkap Bambang Wisnu.

Sementara itu ketua Poktan Mekarsari Padukuhan Ngreco, Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin, Suyono didampingi ketua Gapoktan Rejosari, Lampito menjelaskan, untuk antisipasi kekeringan kelompoknya menggunakan pompa air pinjaman dari Balai Proteksi Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY.

Dari upaya tersebut disampaikan oleh Lampito, bisa menyelamatkan pertanaman padi seluas 13 hektar dengan menggunakan 3 pompa air.

“Harapan kami Poktan mendapat bantuan perpompaan sehingga nanti wilayah jangkauan yang dapat kami aliri mencapai luas 60 hektar khususnya saat musim tanam padi ke dua,” ungkap Lampito.

Sementara itu, pemantauan di Kalurahan Karangsari, Kalurahan Pundungsari, Kalurahan Bendung dan Kalurahan Bulurejo, rata-rata pertanaman padi cukup umur sampai dengan panen nantinya tidak terdampak kekeringan.

Gejala kekeringan nampak di Tahunan, Bulurejo, Semin dengan luasan area kurang lebih 1 hektar lahan.

Terpisah, memasuki awal musim kemarau, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul telah mengeluarkan surat edaran no 521/ 871 tanggal 5 Mei 2021 untuk antisipasi kekeringan akibat datangnya musim kemarau yaitu antara lain :

1. Poktan atau Gapoktan agar selalu pengamatan rutin lahan pertaniannya, apabila terjadi kerusakan tanaman akibat kekeringan agar segera melaporkannya ke petugas;
2. Memanfaatkan alat mesin bantuan pemerintah berupa pompa air agar dimanfaatkan seoptimal mungkin;
3. Mempercepat panen untuk pertanaman yang telah masak fisiologis/umur panen;
4. Menanam komoditas tanaman umur pendek dan tahan kering pada musim tanam ketiga seperti kacang hijau (55 hari) dan kedele (75 hari). (Agus SW)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.