WONOSARI-RABU KLIWON | Focus Group Discussion (FGD) Monitoring Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Prokus 2021 diselengarakan di Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Selasa, (14/12/2021). Prokus merupakan program kewirausahaan sosial dengan sasaran KPM PKH aktif yang telah memiliki usaha.
Ketua Pusat Inovasi Inkubator Bisnis dan HAKI LPPM UNY, Prof.Dr. Nahiyah Jaidi Faraz, M.Pd menjelaskan, program ini diharapkan menjadi salah satu program tepat sasaran sehingga benar-benar dapat mensejahterakan masyarakat lebih berdaya dan mampu mendorong KPM PKH.
Dengan usaha yang dimiliki KPM PKH, Nahiyah berharap, harus mampu memberdayakan keluarga dan lingkungan menjadi mandiri serta tidak lagi bergantung bantuan pemerintah.
“Karena yang ditangani ini langsung usaha mikro, maka menjadi tantangan bagi UNY untuk mendampingi hingga nanti mampu mandiri sehingga berhasil dan lepas dari bantuan pemerintah,” jelas Nahiyah.
Diketahui, FGD kali ini dilaksanakan bersama Tim Kemensos, Dinas Sosial DIY, unsur penguruan tinggi, pendamping, maupun KPM PKH aktif yang telah memiliki usaha.
Pada tahun 2021 ini, Prokus terdapat di dua kabupaten yakni Sleman dan Gunungkidul. Sementara untuk Kabupaten Gunungkidul tercatat 500 KPM yang tersebar di 18 kapanewon. (Agus SW)






