Amien Rais Didesak Mundur, DPD PAN Gunungkidul Bilang, Itu Permintaan Ngoyoworo

1283

JAKARTA, RABU KLIWON-Melalui surat terbuka tertanggal 26 Desember 2018, lima nama pendiri dan penggagas PAN mendesak agar Amien Rais angkat kaki dari dunia politik. DPD PAN Gunungkidul pun bersikap.

Lima orang pendiri PAN masing-masing Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohamad, Toeti Heraty, dan Zumrotin. Mereka menyarankan agar Amien Rais mundur dari jagat perpolitikan, termasuk mudur dari Partai Berlambang Matahari.

Kelima orang yang menandatangai surat terbuka itu menyatakan, bahwa pada awal berdiri, PAN menganut lima prinsip yang disepakati bersama.

Pertama, PAN menjunjung tinggi kebebasan berpendapat. Kedua, PAN adalah partai yang berasaskan Pancasila dengan landasan nilai-nilai moral kemanusiaan dan agama. Ketiga, PAN merupakan partai modern yang bersih dari noda-Orde Baru dan bertujuan menciptakan kemajuan bangsa. Keempat, PAN merupakan partai terbuka dan inklusif yang memelihara kemajemukan bangsa, tidak meposisikan sebagai wakil golongan tertentu. Kelima, PAN adalah partai yang percaya dan mendukung bahwa setiap warga negara mempunyai kedudukan yang sama di depan hukum, mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara, tidak mengenal pengertian mayoritas atau minoritas.

Menurut Abdillah Toha dan kawan-kawan, Amien Rais saat telah melenceng dari lima prinsip tersebut di atas.

“Dengan menggunakan kacamata prinsip-prinsip PAN tersebut di atas, kami mendapatkan kesan kuat bahwa Saudara Amien Rais (AR) sejak mengundurkan diri sebagai Ketua Umum PAN sampai sekarang, baik secara pribadi maupun mengatasnamakan PAN, sering kali melakukan kiprah dan manuver politik yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip itu,” tutur Goenawan Mohamad seperti dikutip detiknews.

Terkait surat terbuka, DPD PAN Gunungkidul merespon cepat dan tegas.

“Permintaan mereka adalah ngoyoworo (mengada ada: red),” tegas Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiyadi, (26/12). (Agung)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.