Setahun Pimpin Gunungkidul Sunaryanta Dinilai belum Ada Gebrakan

1351

WONOSARI-MINGGU WAGE | Penataan trotoar kota Wonosari sekitar alun-alun tahun 2019 oleh bupati Badingah dilarang digunakan untuk pedagang kaki lima. PKL dipindahkan ke taman kuliner. Sekarang, Februari 2022 PKL mangkal lagi di sana.

“Mau menata ulang kota, Bupati Sunaryanta bisa mencontoh Kabupaten Purwakarta. Fasilitas jalan dan trotoar tidak boleh digunakan untuk parkir dan berjualan sehingga kotanya jadi bersih,” ulas Winarto warga Siyono Wetan, 27-2-2022, setelah menyimak sekitar alun-alun kembali kumuh dan ribet.

Winarto melihat hal-hal yang kecil saja Bupati Sunaryanta dinilai tidak ada kepedulian, padahal pemandangan itu ada di depan hidung tempat sehari-hari Sunaryanta berkantor.

Satpol PP yang diberi tugas menertibkan lingkungan juga dinilai tidak paham akan tanggung jawabnya.

Demikian salah satu penilaian warga biasa setelah Bupati Sunaryanta memimpin Gunungkidul selama setahun dari 2021-2022.

Pengamatan tokoh agak berbeda. Mantan Sekda kabupaten Gunungkidul Budi Martono mencatat bahwa, setahun Pemerintahan Bupati Sunaryanta belum tampak gebrakan yang berarti.

“Catatan pribadi saya terlihat Bupati dan Wabup sudah turun lapangan, tapi masih gagap mana yang harus digenjot. Memang masih 1 tahun menjabat dan alasan klasik anggaran tersedot pada penanganan covid-19 belum tampak program kegiatan hasil kerjanya,” tutur Budi Martono.

Menurutnya, jabatan Bupati tak lama lagi, tidak usah malu, pertajam program yang sudah dirintis Bupati Lama, yang sekiranya sudah berhasil mengungkit perekonomian Gunungkidul. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.